Hari Perempuan Internasional, Ini Pentingnya Gizi untuk Wanita
JAKARTA - Peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 menjadi momentum untuk semakin peduli dan peka pada kondisi wanita, baik dari kesehatan mental hingga fisik. Salah satunya yang menjadi perhatian ialah pemenuhan gizi serta nutrisi pada wanita di balik segudang aktivitas yang dilakukan.
Nutrisi dapat memengaruhi kesehatan mental dengan membantu respons terhadap stres, meningkatkan kualitas tidur, serta menstabilkan suasana hati. Pola dan jadwal makan teratur, hidrasi yang cukup, serta pembatasan konsumsi stimulan mendukung keseimbangan emosional perempuan yang menghadapi tekanan harian kronis.
Vipada Sae-Lao, Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife, mengatakan perempuan di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, menjalankan beragam peran sekaligus sebagai profesional di tempat kerja, pengambil keputusan di rumah, sekaligus pusat dukungan emosional keluarga. Berlapisnya tanggung jawab ini membuat kebutuhan gizi perempuan perlu diperhatikan.
“Perempuan di kawasan ini juga menghadapi kontras persoalan gizi yang mencolok. Berbagai laporan menunjukkan peningkatan obesitas pada orang dewasa, sementara stunting pada anak dan anemia pada perempuan usia reproduktif masih banyak ditemukan,” ungkap Vipada dalam keterangan resminya.
Vipada mengatakan beban ganda ini memengaruhi kesehatan ibu dan anak, tingkat energi harian, hingga daya tahan tubuh, sehingga semakin menegaskan urgensi bagi perempuan untuk memprioritaskan kesehatan dan kebugaran melalui pilihan yang tepat dan terinformasi setiap hari.
Ia mengungkap nutrisi merupakan fondasi kesehatan preventif, mendukung tingkat energi, stabilitas metabolisme, ketahanan imun, serta penuaan sehat sepanjang siklus hidup perempuan.
“Sejumlah studi menunjukkan bahwa kekurangan mikronutrien, khususnya zat besi, folat, dan vitamin B12, umum terjadi pada perempuan usia reproduktif di Asia, meskipun asupan kalori tergolong memadai,” tambahnya.
Ini Pendidikan Samuel Eko, Pemain Andalan Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia Futsal 2026
Vipada menjelaskan kebutuhan nutrisi berkembang seiring perubahan hormonal. Pada masa menstruasi, kehilangan zat besi secara rutin meningkatkan kebutuhan akan makanan kaya zat besi seperti daging tanpa lemak, lentil, kacang-kacangan, sayuran hijau, serta sereal yang difortifikasi.
Untuk itu penting memerhatikan pemenuhan gizi pada perempuan lantaran dapat memengaruhi siklus hormonal dan aktivitasnya. Mengombinasikannya dengan buah dan sayuran kaya vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi.










