Kisah Haru Pelatih Timnas Maroko Walid Regragui, Mundur Mendadak saat Piala Dunia 2026 Tinggal 3 Bulan Lagi
PELATIH Timnas Maroko, Walid Regragui, putuskan mundur dari jabatannya. Kabar ini tentunya mengejutkan karena hanya tinggal 3 bulan lagi Maroko akan tampil di Piala Dunia 2026.
Padahal seharusnya, Walid Regragui fokus mempersiapkan tim untuk berlaga di Piala Dunia 2026. Regragui sendiri sudah membongkar alasannya untuk mundur.
1. Mundur dari Kursi Pelatih Timnas Maroko
Ya, Regragui putuskan mundur kurang dari 100 hari sebelum Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ajang Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Kabar mundurnya Regragui disampaikan Timnas Maroko lewat unggahannya di Instagram resmi tim. Mereka menyampaikan terima kasih kepada Regragui atas kontribusi yang sudah diberikan sejauh ini.
“Terima kasih Walid Regragui, dan kami mendoakan yang terbaik untukmu di perjalanan selanjutnya,” tulis akun @equipedumaroc, Jumat (6/3/2026).
Walid Regragui sendiri turut beberkan penyebab mundur dari kursi pelatih Timnas Maroko. Menurutnya, tim membutuhkan wajah baru
"Tim membutuhkan wajah baru, energi yang berbeda, dan perspektif baru dengan pelatih baru. Saya pikir tim ini membutuhkan semangat baru sebelum Piala Dunia, visi baru untuk terus maju. Keputusan saya untuk pergi adalah bagian dari evolusi tim ini,” ujar Walid, dikutip dari ESPN.
2. Kiprah Manis
Walid Regragui ukir kiprah manis sepanjang kariernya menjadi pelatih TImnas Maroko. Pelatih berusia 50 tahun itu membawa Maroko ke semifinal Piala Dunia 2022. Dia juga berhasil bawa Maroko lolos Piala Dunia 2026.
Namun, Regragui tuai kritikan setelah gagal membawa Timnas Maroko memenangkan Piala Afrika 2025. Hal itu terjadi usai Maroko kalah dramatis dari Senegal dengan skor 1-0.
Kini, Federasi Sepakbola Maroko pun sudah tunjuk pelatih baru yang akan pimpin Timnas Maroko. Dia adalah Mohamed Ouahbi yang memimpin Timnas Maroko U-20 meraih gelar Piala Dunia U-20 2025.
Ini akan menjadi pengalaman pertama Ouahbi melatih tim senior. Pria berdarah Belgia-Maroko ini sebelumnya bertanggung jawab atas tim U-23 Maroko dan sebagian besar kariernya dihabiskan untuk melatih tim muda di klub Belgia, Anderlecht.










