Jose Mourinho Berubah Pandangan, Siap Depak Gianluca Prestianni dari Benfica Imbas Kasus Rasisme Vinicius Junior
LISBON – Pelatih Benfica, Jose Mourinho, akhirnya melunak dan melakukan putar haluan tajam terkait sikapnya dalam kasus dugaan rasisme yang melibatkan anak asuhnya, Gianluca Prestianni, terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior. Setelah sempat menuai kritik pedas karena terkesan membela pemainnya, Mourinho kini menegaskan tidak akan segan-segan mengakhiri karier Prestianni di Benfica jika terbukti bersalah.
Perselisihan ini bermula dari leg pertama babak play-off 16 besar Liga Champions 2025-2026 pada Februari lalu, di mana Vinicius menuduh winger berusia 20 tahun tersebut melakukan pelecehan rasial. Investigasi saat ini sedang berjalan untuk membuktikan apakah Prestianni benar-benar melontarkan kata-kata hinaan "monyet" kepada pemain asal Brasil tersebut.
1. Dari Pembelaan Menjadi Ancaman Pemecatan
Sebelumnya, Mourinho memicu kontroversi karena menyebut Vinicius sebagai provokator yang memancing emosi lawan dan penonton. Namun, pelatih berusia 63 tahun itu kini mengubah nada bicaranya dengan lebih tegas. Ia menyatakan bahwa prinsip dirinya dan klub harus dihormati oleh setiap pemain tanpa terkecuali.
"Jika pemain saya tidak menghormati prinsip-prinsip ini, yang merupakan prinsip saya dan juga Benfica, maka karier pemain tersebut dengan pelatih bernama Jose Mourinho dan di klub bernama Benfica akan berakhir," ujar Mourinho, melansir dari Daily Mail, Selasa (3/3/2026).
Meski tetap menjunjung asas praduga tak bersalah, Mourinho memastikan hubungannya dengan Prestianni akan putus secara profesional maupun personal jika tuduhan itu terbukti benar di akhir investigasi nanti.
2. Kritik Pedas Legenda Sepak Bola Dunia
Sikap awal Mourinho yang sempat mempertanyakan perilaku Vinicius Jr memancing reaksi keras dari para pengamat sepakbola. Wayne Rooney, Clarence Seedorf, dan Theo Walcott secara terbuka menyayangkan komentar The Special One –julukan Mourinho– yang dianggap seolah-olah membenarkan pelecehan rasial karena adanya provokasi di lapangan.
Seedorf menyebut Mourinho melakukan kesalahan besar dengan membawa-bawa nama legenda Benfica, Eusebio, untuk membuktikan bahwa klub tersebut tidak rasis. Di sisi lain, Vinicius Jr dalam pernyataan resminya menyebut para pelaku rasisme sebagai penakut dan menyayangkan perlindungan yang sering didapatkan para pelaku dari pihak-pihak tertentu.
Dukungan pun mengalir bagi Vinicius dari rekan setimnya seperti Kylian Mbappe dan Trent Alexander-Arnold yang menyebut insiden di Lisbon tersebut sebagai aib bagi dunia sepak bola.










