IHSG Ditutup Anjlok 2,6 Persen ke 8.016
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,66 persen atau turun 218.66 poin ke level 8.016 pada akhir perdagangan, Senin (2/3/2026)
Sepanjang perdagangan IHSG bergerak cukup sempit di antara level tertingginya 8.133 dan level terendahnya 8.016. Sebanyak 53,95 miliar lembar saham ditransaksikan dengan nilai Rp29,61 triliun sebanyak 3,5 juta kali.
Pelemahan IHSG ini dipicu oleh aksi jual investor sepanjang perdagangan berlangsung. Tercermin dari banyaknya jumlah emiten saham yang mengalami tekanan pada sore hari ini, yaitu sebanyak 704 emiten. Sementara 113 emiten saham terpantau masih mengalami penguatan, dan 141 emiten yang stagnan.
Berdasarkan sektoral, hingga penutupan sesi dua terpantau hanya sektor energi yang mengalami penguatan, yaitu sebesar 1,54 persen, sementara sisanya bertengger di zona merah.
Koreksi paling dalam terjadi untuk sektor non-primer yang tertekan 7,6 persen, sektor perindustrian tertekan 5,95 persen, sektor properti tertekan 4,14 persen, sektor infrastruktur tertekan 4,13 persen, serta sektor teknologi dan primer yang masing-masing terkoreksi 3,5 persen ke atas.
Sementara sektor transportasi, sektor keuangan, sektor kesehatan, kompak terkoreksi 2 persen lebih. Sektor barang baku terkoreksi tipis 0,87 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Adapun saham-saham yang pimpin penguatan hingga penutupan sore hari atau top gainers, yaitu Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) menguat 34,69 persen ke level 264, Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) menguat 25 persen ke level 310, serta Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menguat 25 persen ke level 2.200.
Sementara jajaran saham yang mengalami top losers hingga sore hari yaitu, Pollux Hotels Group Tbk (POLI) tertekan 15 persen ke level 1.275, Triniti Dinamik Tbk (TRUE) terkoreksi 15 persen ke level 187, Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) tertekan 15 persen ke level 204.










