Kemenhub Ungkap Penerbangan Internasional Batal Imbas Serangan ke Iran, Ini Daftarnya

Kemenhub Ungkap Penerbangan Internasional Batal Imbas Serangan ke Iran, Ini Daftarnya

Nasional | okezone | Senin, 2 Maret 2026 - 02:09
share

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan sejumlah maskapai penerbangan rute internasional membatalkan perjalanannya imbas memanasnya kondisi di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan maskapai yang membatalkan operasionalnya kebanyakan rute yang melewati kawasan Timur Tengah.

“Adapun maskapai yang telah membatalkan penerbangan atau tidak mengoperasionalkan penerbangan antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Ethiopian Airlines, Malaysia Airlines, Phillipine Airlines, Indigo Airlines, Srilanka Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines dan Scoot,” kata Dudy dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

“Maskapai Saudia Airlines masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan di Timur Tengah sedangkan Ethiopian Airlines masih beroperasi seperti biasa namun tidak mengoperasikan penerbangan ke Amman (Jordania) dan Tel Aviv (Israel),” lanjut dia.

Dudy menuturkan, ada maskapai lokal yang masih melakukan operasional. Maskapai ini masih melayani rute ke Jeddah hingga Amsterdam.

“Sementara itu, dua maskapai dalam negeri yang melewati ruang udara Timur Tengah yakni Garuda Indonesia dan Lion Air saat ini belum terdampak konflik,” ujar dia.

Sementara itu, untuk penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah belum terdampak, sedangkan penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam di reroute melalui Kairo (Mesir).

Dia melanjutkan, aspek keselamatan dan keamanan penerbangan harus jadi menjadi prioritas utama. Menurut dia, Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan Airnav Indonesia, maskapai penerbangan, pengelola bandara, dan otoritas asing untuk memperbarui informasi keamanan wilayah Timur Tengah serta memastikan penerbangan aman dan lancar.

 

“Beberapa negara telah menutup ruang udara untuk semua kedatangan dan keberangkatan, baik penerbangan komersial maupun pribadi. Negara-negara tersebut antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah,” ungkapnya.

Dengan adanya pembatalan dan penyesuaian penerbangan, ia meminta maskapai dan pengelola bandara untuk memberikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak sesuai prosedur yang berlaku. 

“Hal ini juga termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan,” katanya.

Topik Menarik