Kedubes Iran: 200 Anak Perempuan Tewas Dalam Serangan Militer AS dan Israel
Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Indonesia mengkonfirmasi bahwa 200 anak perempuan tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Adapun serang militer itu dilancarkan mulai Sabtu (28/2/2026) pagi. Dalam pernyataan resminya, Kedubes Iran menyatakan serangan tersebut menargetkan lokasi sipil termasuk sekolah.
Serangan itu disebut melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran. "Pada jam-jam pertama, beberapa sekolah menjadi sasaran rudal Amerika Serikat dan rezim Zionis. Dalam serangan brutal tersebut, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan tak berdosa mencapai kesyahidan," kata Kedubes Iran dalam siaran pers yang dikeluarkan pada Minggu (1/3/2026).
Baca juga: MUI Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ali Khamenei, Ajak Lakukan Qunut Nazilah
Agresi militer itu juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Atas kejadian tersebut, Pemerintah Iran mengumumkan 40 hari masa berkabung nasional.
"Dengan sangat disesalkan, dalam serangan biadab tersebut, Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, mencapai kesyahidan di kantor beliau," sambungnya.Dalam kesempatan itu, Kedubes Iran juga mendukung sikap pemerintah Indonesia yang bersedia memfasilitasi mediasi konflik yang tengah berlangsung.
Baca juga: Perang Iran Vs AS-Israel, Ujian Kredibilitas Narasi Perdamaian Global
"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini," tulisnya.
Kedubes Iran mendorong pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dalam mengutuk kejahatan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel atas serangan yang diluncurkan ke Iran.
"Menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel," tegas Kedubes Iran.










