Bikin Kejutan Lolos Perempatfinal German Open 2026, Amallia/Siti Ungkap Kunci Sukses Bungkam Unggulan Kedua
MULHEIM – Kejutan besar tercipta di babak 16 besar German Open 2026. Pasangan ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, tampil memukau dengan menumbangkan unggulan kedua asal Taiwan, Hsu Yin-Hui/Lin Jhih-Yun, Kamis (27/2/2026) dini hari WIB.
Meski berstatus pasangan yang baru dipadukan, Tiwi/Fadia berhasil memulangkan peringkat 14 dunia tersebut dengan skor meyakinkan, 21-13 dan 21-14. Kemenangan ini membuktikan chemistry dan kematangan strategi keduanya mulai menunjukkan hasil positif di kancah internasional.
1. Kunci Kemenangan
Kunci kemenangan telak pasangan yang akrab disapa Tiwi/Fadia itu terletak pada keberanian mereka melakukan perubahan strategi di tengah laga. Sempat kesulitan karena terbawa arus permainan reli panjang khas lawan, keduanya segera melakukan evaluasi cepat di lapangan.
Amallia menjelaskan mereka sengaja memperlambat tempo permainan untuk merusak kenyamanan lawan.
“Di awal gim tadi kami sempat mengikuti pola permainan mereka yang banyak bermain reli panjang. Kami meladeni dengan pola yang sama dan sempat tertinggal cukup jauh. Setelah itu kami mencoba mengubah pola dengan memperlambat tempo permainan dan lebih mengatur ritme,” jelas Amallia, mengutip dari tim Humas dan Media PP PBSI, Jumat (27/2/2026).
“Ternyata mereka kurang nyaman dengan perubahan tersebut dan mulai banyak melakukan kesalahan sendiri. Dari situ kami bisa lebih banyak mendapatkan poin. Secara keseluruhan, kunci kemenangan hari ini menurut saya adalah kepercayaan satu sama lain di lapangan,” tambahnya.
Strategi ini terbukti jitu, membuat pasangan Taiwan kehilangan kendali permainan dan memberikan celah bagi Tiwi/Fadia untuk mendulang poin demi poin.
2. Komunikasi dan Kepercayaan di Lapangan
Selain aspek teknis, faktor mental memegang peranan krusial dalam laga yang berlangsung pada 26 Februari tersebut. Siti Fadia menekankan pentingnya bermain cerdas dan tidak terburu-buru dalam mengeksekusi peluang.
Komunikasi yang intens, baik antarpemain maupun dengan instruksi pelatih, menjadi fondasi kuat bagi mereka untuk mengontrol jalannya pertandingan.
“Kurang lebih sama seperti yang disampaikan Tiwi, di awal kami terlalu mengikuti pola permainan lawan. Setelah itu kami berkomunikasi lagi, termasuk dengan pelatih, untuk mengubah strategi dan tempo permainan,” sambung Siti Fadia.
“Alhamdulillah setelah perubahan itu kami bisa lebih menekan lawan dan mengontrol jalannya pertandingan. Kunci kemenangan dari saya adalah bermain dengan lebih cerdas, jadi setiap poin kami berusaha memikirkan bagaimana caranya bisa menekan permainan lawan dan tidak terburu-buru,” imbuhnya.
Kini, fokus Amallia/Siti langsung dialihkan ke babak perempatfinal German Open 2026 yang digelar hari ini, Sabtu 28 Februari 2026 dini hari WIB. Mereka dijadwalkan menantang pasangan Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, demi memperebutkan satu tempat di babak semifinal.










