Hendra Basir Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual kepada Atlet Panjat Tebing, Begini Katanya!

Hendra Basir Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual kepada Atlet Panjat Tebing, Begini Katanya!

Olahraga | okezone | Rabu, 25 Februari 2026 - 19:45
share

PELATIH panjat tebing, Hendra Basir, membantah tuduhan kekerasan fisik dan pelecehan seksual terhadap atlet. Ia memaparkan kronologi versinya atas polemik yang berujung penonaktifan tersebut.

1. Hendra Basir Dinonaktifkan FPTI

Hendra Basir dinonaktifkan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyusul dugaan kekerasan fisik dan pelecehan kepada delapan atlet tim nasional Indonesia. Penonaktifan itu berlaku per 9 Februari 2026 berdasarkan Surat Keputusan 0209/SKP/PP.NAS/1I/2026 tentang Penonaktifan Sementara Kepala Pelatih Pelatnas FPTI.

Dalam SK tersebut dijelaskan dugaan muncul setelah adanya pengaduan dari delapan atlet Pelatnas FPTI. Mereka didampingi psikolog Pelatnas dan menyampaikan laporan kepada Ketua Umum Yenny Wahid pada 28 Januari 2026.

Hendra Basir menegaskan hingga kini dirinya belum menerima undangan atau surat klarifikasi resmi. Ia juga menyarankan pertanyaan mengenai berbagai tuduhan itu ditanyakan langsung kepada atlet yang bersangkutan. 

“Saya sampai saat ini kan belum ada undangan atau surat klarifikasi terkait tuduhan dan dugaan penganiayaan dan pelecehan seksual," kata Hendra Basir saat dihubungi awak media, termasuk Okezone via telepon, Rabu (25/2/2026). 

"Jadi silakan ditanyakan ke delapan atlet itu saja. Apakah tuduhan pelecehan seksual, dan setahu saya kan ada lima atlet putra dan tiga atlet putri tuh yang mengadu ke Ibu Ketum (Yenny Wahid) gitu," tambahnya.

2. Sudah 15 Tahun Jadi Pelatih

Hendra Basir menyebut selama 15 tahun melatih, pola kepelatihannya tidak pernah berubah dan dikenal keras. Ia menilai karakter tersebut sudah menjadi bagian dari gaya melatihnya sejak awal berkarier.

"Saya sudah 15 tahun ngelatih, ya kalau memang pola latihannya keras, ya memang, ya memang gaya, karakteristik melatih saya seperti itu gitu kan," ucap Hendra Basir.

"Kalau nggak perform dan lain-lain, ada momen tertentu yang memang eh misalkan saya tempeleng pakai sepatu atau apa, ya kira-kira gitu. Jadi kalau memang itu dikatakan bahwa itu tindakan kekerasan, ya saya siap menerima konsekuensinya gitu," sambungnya. 

Terkait dugaan pelecehan seksual, Hendra Basir mengaku tidak memahami tindakan mana yang dimaksud. Ia menyebut dalam pendekatannya pernah memeluk dan mencium kening atlet putri saat dalam kondisi terpuruk untuk memberi dukungan. Hendra Basir menegaskan, tidak ada maksud melecehkan seperti yang dituduhkan kepadanya. 

"Ya sekali lagi sampai saat ini saya juga masih belum tahu tuduhan pelecehan seksualnya di bagian mananya gitu kan. Apakah itu dengan memeluk dan mencium kening itu adalah bagian dari pelecehan seksual? Itu ya sayae nggak tahu. Karena memang pola pendekatan kepelatihan saya setiap kali harus saya lakuin kayak begitu tuh gitu," terang Hendra Basir.

"Jadi tidak ada yang di-framing sekarang ini kan pelecehan seksual seperti kayak alat vital lah, segala macam payudara dan lain-lain dipegang, itu kan sangat jauh dari itu saya. Saya ya silakan saja ditanyakan. Yang jelas saya tidak melakukan hal-hal yang dituduhkan seperti yang di luar batas lah gitu," jelasnya menambahkan.

 

3. Kronologi Versi Hendra Basir

Hendra Basir kemudian memaparkan kronologi yang menurutnya menjadi awal persoalan pada 15 Januari 2026. Pelatih panjat tebing itu mengaku menegur salah satu atlet senior yang dinilai berlatih secara arogan dan kurang menjaga etika.

"Di latihan juga ada standar batas lah, batas kewajaran itu boleh teriak atau apa. Dan itu sudah berkali-kali saya tegur, tapi ternyata tetep aja nggak berubah," ucap dia. 

"Jadi, ya dari situ akhirnya kelihatan koalisi-koalisi dari mereka tuh. Kayak memang mungkin nggak nyaman dengan pola kepelatihan saya gitu. Akhirnya mereka ngadu lah langsung ke ini, ke Ibu Ketum," terangnya menambahkan.

Menurut Hendra Basir, persoalan itu sebenarnya telah selesai dua hari setelah kejadian. Ia mengaku sudah berpamitan secara lisan kepada para atlet dan memilih pulang ke rumah pada 18 Januari 2026.

"Ya pokoknya saya sudah balik itu kurang lebih sudah lama, saya 18 Januari balik ke rumah gitu kan. Karena saya merasa kecewa karena tuduhan pelecehan seksual itu tuh. Yang di-framing sama temen-temen atlet senior gitu kan. Jadi saya bilang, saya mending pulanglah daripada berjuang buat negara tapi ujung-ujungnya diginiin gitu," tuturnya.

"Nah, dalam proses saya pulang ini, ternyata di tanggal 28 Januari rame tuh. Nah, baru tanggal 13 Februari saya dapat surat itu, surat penonaktifan, yang tertandatangan di tanggal 9 Februari. Artinya bisa saja surat itu beredar dulu sebelum saya terima gitu kan," tambahnya.

Hendra Basir mempertanyakan alur waktu tersebut karena merasa tidak pernah dimintai klarifikasi. Namun, pada akhirnya Hendra Basir memilih bersikap legawa untuk menyelesaikan persoalan ini. 

"Jadi buat saya ini sudah pembunuhan karakter. Karena tidak ada proses tabayyun dulu ke saya. Apakah benar delapan orang ini, lima putra, tiga putri ini begini ceritanya gitu kan. Itu kan buat saya sudah nggak fair gitu. Tapi ya saya terima, nggak apa-apa. Toh juga dengan ini pun saya juga udah cukuplah di tim nasional gitu," jelas Hendra Basir.

Ia menegaskan pendekatan yang dilakukan sejak 2012 merupakan bagian dari metode kepelatihannya di Pelatnas FPTI. Hendra Basir siap menerima konsekuensi jika pola kerasnya dinilai sebagai kekerasan fisik, namun menolak tuduhan pelecehan seksual.

"Kalau itu dijadikan sebuah isu utama, saya terima. Saya marah di situ. Ini ada konteks berlatihnya lah. Intinya tidak tidak jauh dari situ," ucapnya. 

"Tetapi isu tentang pelecehan itu, itu yang bikin saya aduh, gila gua sebegitunya untuk negara, keluarga gua tinggal dan segala macam, tapi adek-adek gue berkoalisi, atlet-atlet senior berkoalisi untuk menjelekkan dengan isu begitu, itu udah soal harga diri ini," tukasnya. 

Sementara itu, PP FPTI dikabarkan telah membentuk tim pencari fakta untuk menyelesaikan kasus ini.Di saat bersamaan, Hendra Basir masih berstatus dinonaktifkan sementara dari jabatan pelatih tim panjat tebing Indonesia. 

Topik Menarik