Jangan Salah Pilih, Ini Tips Memilih Kurma untuk Buka Puasa
JAKARTA - Belakangan ini kurma Medhook ramai diperbincangkan. Pasalnya, kurma hasil produksi Israel tersebut ganti kemasan dan diedarkan di pasaran.
Seperti diketahui, beberapa organisasi seperti Palestine Solidarity Campaign, Islamic Human Rights Commission, dan American Muslims for Palestine mendorong konsumen untuk memeriksa label negara asal pada kemasan kurma, dan menghindari produk yang mencantumkan “Product of Israel” atau nama eksportir Israel.
Untuk konsumen yang ingin lebih bijak dalam membeli kurma terutama selama bulan Ramadhan, ada beberapa tips yang bisa diterapkan sebagai berikut, seperti dikutip dari ethicalconsumer.org, Minggu (22/2/2026).
1. Periksa label negara asal
2. Cari brand yang sudah terverifikasi
3. Tanyakan ke pedagang baik di toko lokal, agen atau eceran.
4. Hindari produk dari label yang tidak mencantumkan produsen atau negara asal jelas.
Seperti diketahui, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto, mewanti-wanti kepada umat Islam untuk tidak menggunakan produk yang terafiliasi dengan Israel. MUI juga melarang membeli produk kurma Israel.
Sudarnoto menjelaskan larangan untuk tidak menggunakan produk perusahaan terafiliasi Israel termasuk kurma. Sudarmoto menyebut, kurma produksi Israel hukumnya haram.
“Jangan di bulan Ramadhan menjual produk-produk Israel. Kurma itu halal, enak, saya juga pencinta kurma, halal dzatnya, tapi jadi haram karena uang hasil penjualannya itu untuk membunuh warga Palestina,” kata dia dikutip Selasa (12/3/2024).
Dia menuturkan, bahwa produk-produk yang diboikot bermacam-macam mulai dari makanan, minuman dan lain-lain. MUI, kata Prof Sudarnoto, telah mengeluarkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina.
Aksi boikot ini sebagai bentuk solidaritas dalam mendukung rakyat Palestina.










