Kim Dong-wan Dianggap Ingin Legalisasi Prostitusi, Dikecam K-Netz
JAKARTA - Aktor Korea Selatan Kim Dong-wan kini menjadi bahan perbincangan hangat setelah membuat pernyataan soal lesgalisasi protitusi. Gagasan ini pun langsung menjadi sorotan media dan publik di Korea Selatan.
Kim Dong-wan sebelumnya mengeluarkan komentar yang diduga sebagai bentuk dukungan terhadap legalisasi prostitusi. Di mana isu ini sensitif dan kontroversial dalam percakapan sosial di Korea.
Isu ini bermula ketika Kim Dong-wan mengutarakan pendapatnya terkait status hukum prostitusi di Korea Selatan dalam sebuah wawancara. Awalnya, ia berniat membahas aspek sosial dari fenomena tersebut.
Namun sebagian penonton dan netizen Korea Selatan (K-Netz) menafsirkan kata-katanya sebagai dukungan terhadap legalisasi praktik tersebut. Reaksi publik pun langsubg bermunculan dengan berbagai komentar di media sosial yang mempertanyakan maksud dari pernyataannya.
Banyak netizen yang merasa topik tersebut terlalu sensitif untuk dibahas oleh figur publik. Menanggapi ramainya spekulasi atas komentarnya, Kim Dong-wan kemudian memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan bahwa niat dari pernyataannya bukanlah untuk mempromosikan atau mendukung legalisasi prostitusi, melainkan untuk membuka ruang dialog mengenai kompleksitas isu sosial ini dan bagaimana hukum serta masyarakat berinteraksi dalam konteks tersebut. Dalam klarifikasinya, Kim Dong-wan menjelaskan bahwa ia memahami bahwa isu ini sangat sensitif dan beragam dalam implikasinya.
Ia pun menyatakan bahwa komentarnya seharusnya dipahami bukan sebagai dukungan eksplisit atas legalisasi praktik tersebut. Sebagian besar menganggap isu prostitusi harus dibicarakan dengan sangat hati-hati, terutama oleh sosok publik yang memiliki basis penggemar luas.
Mereka menilai bahwa komentar Kim Dong-wan bisa memengaruhi pandangan penggemar muda atau kelompok yang kurang memahami kompleksitas yang dimaksud. Namun di sisi lain, ada juga netizen yang berpendapat bahwa diskusi tentang isu sosial memang perlu ruang terbuka, dan seorang figur publik pun boleh saja membagikan pemikirannya selama tidak memaksa pihak lain untuk setuju.






