Kenapa Buka Puasa di Indonesia Identik dengan Gorengan?
JAKARTA – Setiap bulan Ramadan tiba, pemandangan penjual gorengan menjelang waktu berbuka puasa hampir selalu ramai. Mulai dari pinggir jalan hingga pusat perbelanjaan, aneka gorengan seperti bakwan, tahu isi, tempe goreng, dan pisang goreng laris manis diburu masyarakat.
Fenomena ini membuat banyak orang bertanya-tanya, kenapa buka puasa di Indonesia begitu identik dengan gorengan?
Alasan Gorengan Jadi Menu Favorit
1. Mudah Ditemukan di Mana Saja
Salah satu alasan utama adalah ketersediaannya. Gorengan dijual hampir di setiap sudut kota dan desa, terutama menjelang waktu berbuka. Banyak pedagang musiman bermunculan selama Ramadan, sehingga akses untuk mendapatkannya sangat mudah.
2. Harga Terjangkau
Gorengan dikenal sebagai makanan rakyat dengan harga yang ramah di kantong. Dengan uang belasan ribu rupiah, seseorang sudah bisa membeli beberapa potong gorengan untuk berbuka bersama keluarga. Faktor ekonomi ini membuat gorengan menjadi pilihan favorit banyak orang.
3. Praktis dan Mudah Diolah
Selain membeli, banyak orang juga membuat gorengan sendiri di rumah. Bahan-bahannya sederhana dan proses memasaknya relatif cepat. Cukup menyiapkan adonan dan menggorengnya, camilan hangat sudah siap disajikan saat azan Magrib berkumandang.
4. Cocok untuk Camilan Bersama
Gorengan berbentuk kecil dan mudah dibagi, sehingga cocok disantap bersama keluarga atau teman saat momen buka puasa. Suasana kebersamaan sering kali terasa lebih hangat dengan sepiring gorengan di tengah meja.
5. Memberi Energi Cepat
Setelah berpuasa seharian, tubuh membutuhkan asupan energi. Gorengan mengandung kalori, lemak, dan karbohidrat yang bisa memberikan rasa kenyang dan energi secara cepat. Teksturnya yang renyah serta rasa gurihnya juga menggugah selera setelah menahan lapar dan haus.
6. Variasi Rasa yang Beragam
Pilihan gorengan sangat beragam, mulai dari yang gurih hingga manis. Ada bakwan sayur, tahu isi, tempe goreng, risoles, hingga pisang goreng. Variasi ini membuat orang tidak mudah bosan dan bisa menyesuaikan dengan selera masing-masing.
7. Faktor Kebiasaan dan Budaya
Seiring waktu, gorengan menjadi bagian dari tradisi berbuka puasa di Indonesia. Kebiasaan ini terus berulang setiap tahun, sehingga menimbulkan kesan bahwa buka puasa belum lengkap tanpa gorengan.
Meski begitu, konsumsi gorengan sebaiknya tetap dibatasi dan diimbangi dengan makanan bergizi lainnya seperti buah, sayur, serta air putih yang cukup. Dengan begitu, momen berbuka puasa tetap nikmat tanpa mengabaikan kesehatan.










