Jelang F1 GP Australia 2026, Max Verstappen Sebut Mercedes Sembunyikan Kekuatan Asli
SAKHIR – Tes pramusim Formula 1 (F1) 2026 di Bahrain pada 11-13 Februari 2026 langsung memanas dengan perang urat syaraf. Pembalap Tim Red Bull Racing, Max Verstappen secara terbuka menuduh Mercedes tengah melakukan sandbagging atau taktik sengaja memperlambat diri, untuk menutupi kecepatan asli mereka.
Tudingan ini muncul di tengah perselisihan mengenai unit daya baru F1 dan dugaan adanya celah hukum terkait rasio kompresi mesin yang kabarnya dimanfaatkan oleh tim Silver Arrows tersebut.
Saksikan F1 2026 langsung secara streaming di beIN Sports via Vision+ dengan klik di sini.
Situasi semakin menarik ketika bos Mercedes, Toto Wolff, justru melemparkan pujian kepada Red Bull dengan menyebut mesin mereka sebagai standar tertinggi saat ini. Wolff bahkan mengklaim Mercedes bisa tertinggal hingga satu detik per lap di lintasan lurus. Namun, Verstappen sama sekali tidak terbuai oleh pernyataan tersebut.
1. Prediksi Ledakan Tenaga di Melbourne
Verstappen merasa klaim Wolff bahwa celah rasio kompresi hanya memberikan keuntungan kecil sekitar 2-3 tenaga kuda adalah sebuah candaan. Dengan nada menyindir, Verstappen menyarankan untuk menambahkan angka nol pada estimasi tersebut guna mendapatkan angka yang lebih mendekati kenyataan.
“Tunggu saja sampai kita di Melbourne dan lihat berapa banyak tenaga yang tiba-tiba mereka temukan. Saya sudah tahu itu sejak sekarang,” tegas Verstappen, dikutip dari Crash, Selasa (17/2/2026).
Menurut Verstappen, Mercedes sengaja mengalihkan sorotan kepada Red Bull hanya karena jumlah putaran yang mereka lahap di awal tes sangat banyak. Ia memperingatkan agar publik tidak tertipu dan menunggu hingga balapan pembuka di F1 GP Australia 2026 pada 8 Maret 2026 untuk melihat kecepatan asli Mercedes di trek lurus.
2. Strategi Pengalihan
Kena Musibah di Malaysia Open 2026, Alwi Farhan: Saya Siap Bangkit di Indonesia Masters 2026!
Bagi pembalap asal Belanda ini, intrik yang dilakukan Mercedes hanyalah strategi pengalihan isu yang lumrah terjadi dalam 10 tahun terakhir tes musim dingin. Verstappen menekankan dalam regulasi baru yang sangat kompleks ini, performa di hari-hari awal tes tidak bisa dijadikan jaminan siapa yang akan menjadi juara dunia.
Alih-alih pusing dengan permainan politik lawan, Verstappen memilih tetap fokus pada pengembangan internal timnya. Ia mengaku tidak terganggu dengan mind games yang dimainkan tim rival.
Jika mobil F1 miliknya sedang tidak nyaman dikendarai, ia justru memilih menyibukkan diri dengan hal lain, seperti mengoptimalkan mobil GT3-nya, daripada memikirkan manuver politik di paddock. Menariknya, tak lama setelah Verstappen melontarkan komentar ini, George Russell justru mencatatkan waktu tercepat pada sesi Jumat pagi.










