80 Ribu Kopdes Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja dan Bikin Ekonomi Desa Naik 12

80 Ribu Kopdes Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja dan Bikin Ekonomi Desa Naik 12

Ekonomi | okezone | Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:34
share

JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat pembangunan lebih dari 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di seluruh Indonesia. Langkah ini diproyeksikan dapat menyerap sekitar 1,6 juta tenaga kerja langsung dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang diprediksi melesat 11–12.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan, setiap koperasi diperkirakan menyerap rata-rata 20 pekerja langsung. Jika seluruh target koperasi terbentuk, maka dampak penciptaan lapangan kerja akan signifikan, belum termasuk tenaga kerja tidak langsung dari sektor mitra seperti petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM yang terhubung dalam ekosistem koperasi.

"Jadi kalau 80 ribu terbangun, dia akan menyerap tenaga kerja langsung kira-kira 1,6 juta. Belum mitra-mitra yang tidak langsung. Mitra itu yang tadi, ada peternak ayam, ada petani sayur, petani buah dan lain sebagainya. Juga mitra dengan UMKM dan lain-lain," kata Zulhas dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, Kopdes dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang berfungsi sebagai offtaker hasil produksi masyarakat. Dengan peran tersebut, koperasi akan menampung komoditas warga ketika harga pasar rendah atau distribusi tersendat, sehingga produsen desa memiliki kepastian pembeli dan pendapatan lebih stabil.

Pemerintah menargetkan pada 2026 sebanyak 30.008 koperasi desa dan kelurahan sudah selesai dibangun dan beroperasi. Program ini juga diarahkan untuk memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini membuat harga di tingkat produsen rendah tetapi mahal di konsumen.

"Nanti Koperasi Desa Merah Putih, ini juga akan memotong rantai pasok. Semisal yang biasanya petani pendapatannya kecil, tapi dia membayar dengan harga yang lebih tinggi, karena dari produsen, ke distributor, ke agen, ke pengecer. Jadi rantai pasok yang panjang," sambung Zulhas.

Selain menyerap tenaga kerja, koperasi desa juga akan berperan sebagai pemasok kebutuhan program layanan gizi nasional. Skema itu diharapkan memperkuat perputaran ekonomi lokal sekaligus memastikan program pemerintah berbasis pasokan dari produksi masyarakat desa.

 

Zulhas menegaskan, penguatan ekonomi desa melalui koperasi merupakan strategi untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di daerah. Pemerintah optimistis model ini bukan hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Kopdes Dongkrak Perekonomian di Desa Hingga 12 Persen

Zulhas mengungkapkan hasil studi kasus implementasi Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang menunjukkan dampak signifikan terhadap ekonomi lokal. Ia menyebut uji coba di Bantul mencatat pertumbuhan ekonomi desa mencapai sekitar 11–12 persen setelah koperasi berjalan.

Menurutnya, peningkatan tersebut terjadi karena Kopdes berperan sebagai pembeli utama (off-taker) produk warga desa, mulai dari hasil pertanian, peternakan, perikanan hingga UMKM. Dengan adanya kepastian pembeli, produsen desa tidak lagi bergantung pada rantai distribusi panjang yang selama ini menekan harga di tingkat petani dan pelaku usaha kecil.

"Kopdes ini bisa memberikan dampak yang sangat signifikan. Di Bantul itu memberikan dampak pertumbuhan kira-kira 11-12 persen pertumbuhan ekonomi desa itu," kata Zulhas.

Topik Menarik