Zulhas Sebut 80 Ribu Kopdes Bakal Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja Langsung

Zulhas Sebut 80 Ribu Kopdes Bakal Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja Langsung

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:38
share

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pembangunan lebih dari 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di seluruh Indonesia dengan potensi penyerapan tenaga kerja langsung mencapai sekitar 1,6 juta orang.Zulhas -sapaan Zulkifli Hasan- menjelaskan, setiap koperasi diperkirakan menyerap rata-rata 20 pekerja langsung.

Jika seluruh target koperasi terbentuk, maka dampak penciptaan lapangan kerja akan signifikan, belum termasuk tenaga kerja tidak langsung dari sektor mitra seperti petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM yang terhubung dalam ekosistem koperasi.

Baca Juga: 30.000 Kopdes Merah Putih Dikebut demi Cegah Penyelewengan Dana Desa"Jadi kalau 80 ribu terbangun, dia akan menyerap yang tenaga kerja langsung kira-kira 1,6 juta. Belum mitra-mitra yang tidak langsung. Mitra itu yang tadi, ada peternak ayam, ada petani sayur, petani buah dan lain sebagainya. Juga mitra dengan UMKM dan lain-lain," kata Zulhas dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2).

Menurutnya, Kopdes dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang berfungsi sebagai offtaker hasil produksi masyarakat. Dengan peran tersebut, koperasi akan menampung komoditas warga ketika harga pasar rendah atau distribusi tersendat, sehingga produsen desa memiliki kepastian pembeli dan pendapatan lebih stabil.Baca Juga: Setahun Pemerintahan Prabowo, Kopdes Merah Putih Wujudkan Swasembada DesaPemerintah menargetkan pada 2026 sebanyak 30.008 koperasi desa dan kelurahan sudah selesai dibangun dan beroperasi. Program ini juga diarahkan untuk memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini membuat harga di tingkat produsen rendah tetapi mahal di konsumen.

"Nanti Koperasi Desa Merah Putih, ini juga akan memotong rantai pasok. Semisal yang biasanya petani pendapatnya kecil, tapi dia membayar dengan harga yang lebih tinggi, karena dari produsen, ke distributor, ke agen, ke pengecer. Jadi rantai pasok yang panjang," sambung Zulhas.

Selain menyerap tenaga kerja, koperasi desa juga akan berperan sebagai pemasok kebutuhan program layanan gizi nasional. Skema itu diharapkan memperkuat perputaran ekonomi lokal sekaligus memastikan program pemerintah berbasis pasokan dari produksi masyarakat desa.

Zulhas menegaskan, penguatan ekonomi desa melalui koperasi merupakan strategi untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di daerah. Pemerintah optimistis model ini bukan hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Topik Menarik