Pemuda Muhammadiyah : Waspadai Narasi yang Menyimpang dari Reformasi
JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar A Tawalla meminta seluruh pihak mewaspadai munculnya narasi yang menyimpang dari semangat reformasi.
"Mengajak seluruh elemen bangsa untuk berhati-hati terhadap narasi yang mengatasnamakan perbaikan bangsa, tetapi justru mempunyai potensi mendorong langkah yang menyimpang dari semangat reformasi," kata Dzulfikar yang juga Panglima Tinggi Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) kepada awak media, Sabtu (14/2/2026).
"Segala perubahan kebijakan harus tetap berada dalam koridor konstitusi," ucapnya.
Dzulfikar menyatakan, Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM mendukung penuh program Pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita untuk menuju Indonesia Maju.
Ia menekankan, pihaknya bakal mengawal amanat konstitusi dan reformasi. Salah satunya adalah menempatkan institusi Korps Bhayangkara berada langsung di bawah Presiden.
"Siap mengawal amanat konstitusi untuk menempatkan Polri langsung di bawah komando Presiden sebagaimana praktik ketatanegaraan pasca-reformasi dalam bingkai supremasi sipil. Sebagaimana juga hasil keputusan sidang Komisi III DPR RI," ujarnya.
Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM menegaskan komitmen untuk terus mengawal amanat reformasi dengan tetap mendorong Polri tetap menjadi polisi masyarakat (community policing).
"Yakni, kepolisian yang dekat dengan rakyat, humanis, profesional, dan berkeadilan adalah cita-cita yang harus diperkuat," tuturnya.










