Prabowo Pantau Ketat IHSG, Hashim Ingatkan Petinggi BEI-OJK: Saya Serius!

Prabowo Pantau Ketat IHSG, Hashim Ingatkan Petinggi BEI-OJK: Saya Serius!

Ekonomi | okezone | Rabu, 11 Februari 2026 - 19:15
share

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan mengawal ketat pergerakan pasar modal Indonesia menyusul pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pekan lalu imbas kebijakan MSCI. Hal ini disampaikan Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo.

“Saya tujukan ini kepada Anda (Jeffrey Hendrik dan Hasan Fawzi), pemerintah akan mengawasi dengan ketat. Dan saya serius,” kata Hashim di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Jeffrey Hendrik saat ini menjabat sebagai Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara Hasan Fawzi menjabay Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Prabowo Marah Besar

Hashim mengungkapkan, Presiden sebelumnya marah besar atas anjloknya IHSG. Menurutnya, kemarahan tersebut dipicu oleh isu transparansi yang dinilai berdampak pada turunnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

"Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri," katanya.

Dia menyebut adanya persoalan ketidaktransparanan yang membuat pasar dipersepsikan tidak kredibel. Bahkan, lanjutnya, Morgan Stanley telah mengirimkan empat surat kepada pemerintah Indonesia terkait kondisi tersebut.

"Dan ada alasannya. Karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat, empat surat kepada pemerintah Indonesia," lanjutnya.

 

Dinamika Pasar Modal 

Hashim menegaskan bahwa dinamika pasar modal sangat bergantung pada kepercayaan dan kredibilitas. Ia mengaku telah bertemu dengan delapan investor pada awal pekan ini yang meminta pemerintah memastikan integritas pasar tetap terjaga.

"Ini semua tentang kepercayaan dan kredibilitas. Pasar-pasar ini hanya akan berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas. Jadi, delapan investor yang bertemu dengan saya pada hari Senin lalu, mereka meminta saya dan pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar kita," ujar Hashim.

Pemerintah, lanjut Hashim, berkomitmen menjaga kehormatan dan reputasi Indonesia di mata pelaku pasar global. Dia menekankan bahwa bagi Presiden Prabowo, kehormatan negara merupakan hal yang tidak bisa ditawar.

"Pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat," sebut Hashim.

"Jadi, saya mengambil kesempatan ini untuk mengatakan dengan tegas, Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan. Kehormatan negara kita dipertaruhkan," lanjutnya.

Topik Menarik