Indonesia Tingkatkan Beli Produk Pertanian AS, Targetkan USD4,5 Miliar

Indonesia Tingkatkan Beli Produk Pertanian AS, Targetkan USD4,5 Miliar

Ekonomi | okezone | Minggu, 8 Februari 2026 - 17:22
share

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat kian memperkuat hubungan ekonomi kedua negara, khususnya dalam sektor pertanian. Melalui proses negosiasi perjanjian perdagangan resiprokal untuk menyeimbangkan neraca perdagangan, Indonesia bakal meningkatkan pembelian produk pertanian AS, yang ditujukan sebagai bahan baku industri domestik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan para pengusaha asal Indonesia tertarik untuk melanjutkan perdagangan dengan AS. Tidak hanya untuk komoditas pertanian atau pangan, tapi sejumlah komoditas lain. 

Dalam pertemuan dengan Under Secretary for Trade and Foreign Agricultural Affairs of United States Department of Agriculture (USDA) Luke J. Lindberg dan Delegasi Eksportir Produk Pertanian AS pada awal pekan ini di Jakarta, Airlangga menekankan pemerintah menargetkan pembelian produk komoditi pertanian AS senilai USD4,5 miliar.

“Jadi, saya pikir kita mendorong kemajuan perjanjian dagang ini, karena saya pikir akan ada juga peluang investasi yang muncul dari kesepakatan ini. Begitulah cara Indonesia menerima investasi AS. Anda membawa modal serta teknologi, dan itu penting bagi Indonesia,” tutur Menko Airlangga, dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (8/2/2026).

Adapun, nota kesepahaman dua negara mencakup lima komoditas, yaitu kedelai, bungkil kedelai, gandum, kapas, dan jagung, yang dibutuhkan sebagai bahan baku untuk industri Indonesia dan belum diproduksi di dalam negeri.

Seperti dikutip dari situs Kedutaan Besar AS bahwa USDA mengadakan misi dagang ke Jakarta, Indonesia untuk memperluas akses pasar, meningkatkan ekspor pertanian Amerika, dan memanfaatkan peluang baru yang tercipta melalui Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia-AS.

 

Dalam misi yang dijadwalkan berlangsung pada 2-6 Februari 2026 tersebut, Delegasi AS dipimpin oleh Under Secretary for Trade and Foreign Agricultural Affairs Luke J. Lindberg. Selama kunjungan, staf Foreign Agricultural Service (FAS) USDA dan para ahli regional akan mengadakan pengarahan pasar kunjungan lapangan, dan pertemuan business-to-business (B2B) dengan pembeli dari Indonesia, Malaysia, dan Timor-Leste.

“Presiden Trump dan saya mengadakan pertemuan dengan kelompok petani di Iowa pada minggu lalu. Dari pembicaraan yang produktif di sana dapat disimpulkan tentang pentingnya membangun kemitraan yang kuat dan langgeng di seluruh dunia. Dan, saya belum mendengar dari para petani kami tentang pasar lain yang lebih mereka sukai untuk diajak bermitra, selain Indonesia,” kata Wakil Menteri Lindberg.

Menurut Wakil Menteri Lindberg, antusiasme itu terlihat dari sejumlah 21 perusahaan agribisnis yang hadir pada pertemuan hari ini, lalu ada sebanyak 20 cooperator organizations yang mewakili segmen industri, serta ada 6 Departemen Pertanian dari negara bagian di AS. Manfaat sektor pertanian secara khusus ditujukan bagi ketahanan pangan di kedua negara, terutama ketahanan pangan yang berlanjut dari generasi ke generasi.

“Saya tahu banyak perusahaan kita yang hadir ini sangat ingin melihat kesepakatan dan transaksi terjadi di bawah perjanjian baru ini, serta ingin membangun hubungan pembeli-penjual yang akan berlangsung sangat lama. Jadi, saya benar-benar merasa bahwa masa depan yang indah ada di depan kita, dan kami sangat berharap dapat mengembangkan kesepakatan ini lebih lanjut,” kata Wakil Menteri Lindberg.

Topik Menarik