Industri Ban Diproyeksi Tumbuh Pesat, Segmen EV dan SUV Jadi Sorotan

Industri Ban Diproyeksi Tumbuh Pesat, Segmen EV dan SUV Jadi Sorotan

Ekonomi | okezone | Senin, 2 Februari 2026 - 20:58
share

JAKARTA - Industri ban nasional diproyeksikan terus bertumbuh, terutama di segmen kendaraan listrik (EV) dan SUV yang dinilai memiliki potensi jangka panjang. Pergeseran konsumen ke ban berperforma tinggi menjadi sinyal kuat transformasi pasar otomotif seiring percepatan elektrifikasi kendaraan. Meningkatnya adopsi kendaraan listrik, permintaan ban berukuran besar, serta kebutuhan akan produk yang lebih efisien dan tahan lama turut mendorong perubahan industri ban, baik dari sisi manufaktur, inovasi teknologi, hingga strategi pasar domestik dan global.

Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia, Bartek (Byunghak) Choi, mengatakan bahwa strategi pasar diarahkan pada segmen berpertumbuhan tinggi.

“Memasuki 2026, kami tetap optimis terhadap prospek industri ban di Indonesia di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Pertumbuhan signifikan permintaan ban kendaraan listrik hingga akhir 2025 menjadi fondasi kuat,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Di tengah tekanan konsumsi domestik, perusahaan terus memperkuat pangsa pasar melalui ekspansi regional dan kolaborasi dengan mitra di Asia Tenggara. Menurut Bartek, strategi tersebut juga merupakan respons terhadap tantangan ekonomi global dan domestik dengan tetap mengedepankan efisiensi operasional dan penyesuaian strategi sesuai karakteristik pasar lokal.

Di tengah perlambatan pasar kendaraan baru, segmen ban pengganti (replacement) diproyeksikan menjadi peluang pertumbuhan. Konsumen cenderung mempertahankan kendaraan lebih lama, sehingga kebutuhan ban pengganti diperkirakan terus meningkat. Selain itu, segmen kendaraan niaga, khususnya ban truk dan bus, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan, dengan pendekatan yang mencakup layanan purna jual serta efisiensi biaya operasional armada.

 

Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia, Jung Jinkyun, menegaskan bahwa konsistensi kualitas dan inovasi proses produksi menjadi fondasi utama operasional.
“Kapabilitas manufaktur diperkuat melalui penerapan standar kualitas global, keselamatan kerja, serta perbaikan berkelanjutan. Upaya ini mendukung rantai pasok global dan daya saing produk Indonesia,” ujarnya.

Menatap 2026, perusahaan menegaskan komitmennya terhadap Indonesia sebagai pasar strategis jangka panjang, baik dari sisi manufaktur maupun pengembangan pasar. Dalam operasionalnya, berbagai inisiatif keberlanjutan diterapkan, meliputi pengelolaan limbah, efisiensi energi, pengurangan emisi, serta pelestarian lingkungan, sejalan dengan standar ESG global dan regulasi nasional.

“Melalui penguatan manufaktur, strategi pasar yang adaptif, serta praktik bisnis yang bertanggung jawab, perusahaan siap berkontribusi pada pertumbuhan industri otomotif nasional dan mendukung mobilitas masa depan di Indonesia,” tutup Bartek (Byunghak) Choi.

Topik Menarik