Sebulan IHSG: Awal Tahun Perkasa hingga 9.000, Kini Merosot di Bawah 8.000

Sebulan IHSG: Awal Tahun Perkasa hingga 9.000, Kini Merosot di Bawah 8.000

Ekonomi | okezone | Senin, 2 Februari 2026 - 18:30
share

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan bergerak bak roller coster. Pada perdagangan hari ini, Selasa (2/2/2026), IHSG tertekan 4,88 atau 406 poin ditutup pada level 7.922. 

Sebulan yang lalu atau awal perdagangan tahun ini, 2 Januari 2026, IHSG menguat pada level 8.676. Bahkan di pertengahan perjalanan laju IHSG sempat menembus rekor baru yakni di atar 9.000. 

IHSG pun diyakini banyak analis dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bisa menembus level 10.000 pada tahun ini. 

Purbaya menilai penguatan indeks di awal tahun merupakan cermin dari kepercayaan pasar terhadap pondasi ekonomi nasional yang kian solid.

Namun laju IHSG yang sedang uptrend mendadak kebakaran di akhir Januari atau tepatnya 28 Januari 2026. Pada pembukaan perdagangan, IHSG tiba-tiba anjlok ke level 8.393. Bahkan sempat tertekan hingga 8 sehingga BEI memutuskan untuk penghentian perdagangan sementara (trading halt).

Kejadian ini pun berulang di hari berikutnya, di mana IHSG turun 8 ke level 7.654 dan terjadi lagi trading halt pada 29 Januari 2026. 

Hal ini pun membuat Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri pada Jumat 30 Januari 2026, pasca Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8 persen dan sempat mengalami trading halt selama 2 hari berturut-turut pada Rabu dan Kamis 28-29 Januari 2026.

Iman mengatakan, pengunduran dirinya dari Jabatan Direktur Utama merupakan bentuk tanggung jawab atas apa belakangan  terjadi di pasar. IHSG runtuh dari level tertingginya di level 9.000 an pada pertengahan Januari, menjadi di level 8.000 an pada akhir Januari.

"Saya sebagai Direktur Utama dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi 2 hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur Utama Bursa Efek Indonesia," ujarnya. 

Hal mengejutkan lainnya terjadi pada Jumat malam, di mana 3 pimpinan OJK memutuskan mengundurkan diri. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan pengunduran diri Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK), serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK).

Selain itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mirza Adityaswara resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat malam. 

Berselang sebulan setelah gejolak pasar di Januari, laju IHSG hari ini sebenarnya dibuka pada level 8.300. Namun berselang beberapa menit, laju IHSG merosot tajam hingga 5 ke level 7.960. 

 

Meski demikian, IHSG pekan ini diprediksi bangkit di tengah estafet kepemimpinan BEI-OJK. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menilai pergantian pimpinan otoritas pasar modal sebagai langkah strategis yang memberikan harapan baru bagi stabilitas bursa.

"Dengan pengalaman yang komprehensif di sektor jasa keuangan tersebut, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan, transparansi, dan daya saing pasar modal Indonesia agar semakin progresif di masa depan," kata David dalam risetnya, dikutip Senin (2/2/2026).

Fokus utama investor pada pekan ini tertuju pada rilis pertumbuhan ekonomi (Gross Domestic Product/GDP) Indonesia tahun penuh 2025. 

Jika data tersebut melampaui ekspektasi pasar yang berada di angka 5,1 persen hingga 5,2 persen, IHSG diprediksi tidak hanya sekadar menguat, tetapi mampu menciptakan level psikologis baru.

"Jika angka resminya di atas ekspektasi, ini akan menjadi bensin tambahan bagi IHSG untuk tidak hanya sekadar mampir di level 9.000, tapi menjadikannya sebagai lantai baru atau support kuat," tegas David

Topik Menarik