Polri Terjunkan 283 Taruna Akpol Bantu Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang

Polri Terjunkan 283 Taruna Akpol Bantu Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang

Nasional | okezone | Kamis, 29 Januari 2026 - 14:38
share

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan 283 taruna/taruni Akademi Kepolisian (Akpol) ke wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Mereka diterjunkan dalam Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardus) 2026.

Danyon Taruna TK 3 Akpol AKBP Evon Fitrianto menjelaskan 283 taruna bersama 85 anggota aktif dikerahkan ke lokasi bencana untuk membantu percepatan pemulihan daerah terdampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang. Hal ini dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Program Pemerintah Bapak Presiden Prabowo terkait pemulihan Aceh pascabencana memang membutuhkan tenaga di sini,” kata Evon, dikutip Kamis (29/1/2026).

Lebih lanjut, Evon menjelaskan Latsitardus diarahkan kepada taruna/taruni Akpol 2026 untuk terjun langsung ke wilayah terdampak bencana agar masyarakat bisa kembali beraktivitas. “Sehingga kegiatan Latsitardus kita diarahkan ke Aceh Tamiang, dengan harapan mempercepat pemulihan dan rehabilitasi warga masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, para taruna diterjunkan ke wilayah terdampak bencana untuk melaksanakan misi kemanusiaan, pemulihan infrastruktur, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat.

Menurutnya, Latsitardus bukan hanya membangun keterampilan teknis, tetapi juga membentuk empati, kepekaan sosial, dan jiwa pengabdian para taruna. “Taruna harus hadir sebagai solusi, bekerja tulus, disiplin, serta menjaga marwah Polri di tengah masyarakat. Inilah wujud nyata Polri Presisi yang humanis dan berorientasi pada pelayanan,” imbuhnya.

Sementara itu, Evon menyebut sasaran kegiatan meliputi normalisasi jalan, pembersihan material banjir dan longsor, serta perbaikan badan jalan yang amblas. Selain itu, taruna juga membersihkan pemukiman warga dari sisa material kayu dan lumpur dengan dukungan alat berat.

“Serta bantuan rekonstruksi rumah warga, sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Evon, sasaran nonfisik yang dilakukan taruna Akpol 2026 di Aceh Tamiang meliputi pemberian trauma healing dan dukungan psikososial bagi korban bencana, pengelolaan dapur umum disertai edukasi gizi bagi masyarakat, membantu sekolah rakyat yang ada di sana, serta bantuan sosial.

“Edukasi bagi anak-anak guna menjaga semangat belajar dan pemulihan psikologis pasca bencana, serta mengaji karena ada taruna yang tahfiz Alqur’an juga,” lanjut Evon.

Evon menyampaikan, dari kegiatan pemulihan dan rehabilitasi wilayah terdampak bencana di Aceh Tamiang, rata-rata penyelesaiannya ada yang masih 50 persen, bahkan ada yang sudah 100 persen sehingga dapat digunakan kembali.

Adapun target operasi taruna Akpol 2026 di wilayah terdampak bencana meliputi SD Inpres Kota Lintang, SDN 4 Kuala Simpang, SDN 1 Ade Irma, TK Al-Ikhsan, TK Al-Ziziyah, TK Pelangi DS Sriwijaya, Polindes DS Sriwijaya; kemudian Kantor Datuk Kota Lintang, Kantor Datuk Sriwijaya, Kantor Datuk Kota Kuala Simpang, Balai Pengajian GG Mutia DSN Mawar, Jalan Bakti DS Perdamaian, Jalan Cut Mutia DSN Mawar, Jalan Kota Lintang, Pemukiman DSN Amalia, dan Pasar Bawah Kuala Simpang.

“Yang sudah selesai dibersihkan adalah fasilitas kesehatan dan siap digunakan. Masjid juga sudah selesai dibersihkan, tinggal renovasi saja oleh tukang. Lainnya masih 50 persen. Mudah-mudahan bisa membantu percepatan pemulihan di Aceh, terutama Aceh Tamiang,” jelas Evon.

Topik Menarik