Ini Pemain Pertama yang Dinaturalisasi Timnas Indonesia Era John Herdman, Bukan Luke Vickery!
LUKE Vickery yang kini menggila bersama Macarthur FC, tidak akan menjadi pemain pertama yang dinaturalisasi Timnas Indonesia era John Herdman. Lantas, siapa pemain keturunan pertama yang dinaturalisasi Timnas Indonesia era kepelatihan John Herdman?
Jawabannya adalah gelandang Madura United, Jordy Wehrmann.YouTuber yang biasa membahas pemain diaspora dan Timnas Indonesia, Yussa Nugraha, baru-baru ini mengontak Jordy Wehrmann.
Jordy Wehrmann blak-blakan mengatakan proses naturalisasinya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) seharusnya sudah berjalan. “Iya, harusnya sudah berjalan (proses naturalisasinya menjadi WNI),” kata Jordy Wehrmann kepada Yussa Nugraha, Okezone mengutip dari channel YouTube Yussa Nugraha.
1. Jordy Wehrmann Perkuat Lini Tengah Timnas Indonesia
Jordy Wehrmann dijamin akan menguatkan lini tengah Timnas Indonesia. Dalam pola apa pun yang diturunkan John Herdman, gelandang 26 tahun itu akan menguatkan lini sentral skuad Garuda.
Secara pengalaman, kualitas Jordy Wehrmann tak perlu diragukan lagi. Ia lama berkarier di Eropa dengan membela Feyenoord Rotterdam, FC Luzern, ADO Den Haag dan NK Vukovar.
Di level junior, Jordy Wehrmann juga pernah membela sejumlah Timnas Belanda kelompok umur. Sebut saja Timnas Belanda U-16, U-17, U-19 dan U-20.
Pengalaman di Asia, Jordy Wehrmann juga boleh diadu. Sejak musim lalu, Jordy Wehrmann membela salah satu klub Super League, Madura United.
Bersama Madura United musim ini, Jordy Wehrmann juga tampil moncer. Dari 18 pertandingan, Jordy Wehrmann mengemas tiga gol dan tiga assist.
2. Suksesor Thom Haye
Jika proses naturalisasi rampung dalam waktu dekat, Jordy Wehrmann dapat membela Timnas Indonesia di FIFA Series pada 23-31 Maret 2026. Keberadaan Jordy Wehrmann bisa menggantikan kekosongan peran yang ditinggalkan Thom Haye.
Pemerintah Gandeng Yayasan Buddha Tzu Chi Bangun 2.600 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Sumatra
Thom Haye dipastikan tidak bisa membela Timnas Indonesia pada Maret dan Juni 2026. Sebab, gelandang 30 tahun ini harus menjalani skorsing empat pertandingan karena melakukan protes kepada wasit kelar laga Timnas Indonesia vs Timnas Irak di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Oktober 2025.










