Plat Besi JPO Sering Dicuri, Pramono Instruksikan Ganti Material

Plat Besi JPO Sering Dicuri, Pramono Instruksikan Ganti Material

Terkini | okezone | Senin, 26 Januari 2026 - 01:10
share

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menginstruksikan agar pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) baru tidak lagi menggunakan material besi. Sebab, bahan tersebut kerap dicuri sehingga membahayakan keselamatan pengguna JPO.

Hal ini ia sampaikan usai meresmikan groundbreaking JPO Bersama BTN yang menghubungkan kawasan Jakarta International Stadium (JIS) dengan Ancol, Minggu (25/1/2026).

“Jadi saya sudah minta kepada Dinas Bina Marga, semua JPO yang baru menggunakan wooden press yang enggak bisa lagi untuk diambil atau dicuri. Sebab memang yang memakai apakah itu besi atau yang lain-lain memang ada yang diambil,” ujar Pramono.

Pramono mengajak warga untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta. Sebab, fasilitas yang dibangun ini diperuntukkan untuk kepentingan publik, bukan pribadi.

“Tapi saya juga memintalah sebenarnya kepada seluruh warga, siapa pun yang ambil itu, mbok jangan, karena ini untuk kepentingan publik, bukan untuk urusan orang per orang,” sambungnya.

 

Pramono menyinggung soal ego sektoral yang menjadi kendala dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia bahkan turun langsung menjembatani komunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat.

“Ternyata problem yang paling utama untuk membuat JPO atau jembatan ini adalah ego sektoral yang berlebihan, padahal kalau dilihat di lapangannya sebenarnya enggak terlalu sulit. Untung saya bicara dengan Ancol, bicara dengan BTN (Bank Tabungan Negara), bicara dengan JakPro. Akhirnya bertemu lah,” kata Pramono.

Dari pertemuan tersebut, Pramono menyebut pembangunan JPO tetap belum bisa segera dimulai. Salah satu kendalanya soal penamaan jembatan tersebut, hingga akhirnya disepakati bernama JPO Bersama BTN.

“Itu pun masih belum segera bisa dimulai. Termasuk namanya pun mau JPO Ancol BTN JIS. Saya bilang enggak enak banget. Kenapa enggak JPO Bersama BTN,” ucap dia.

Pramono meyakini kawasan Ancol–JIS akan menjadi salah satu ikon baru Jakarta di masa depan. Oleh karena itu, ia meminta JPO Bersama BTN sepanjang 466 meter ini didesain secara ikonik.

“Yang terakhir saya berharap, 466 meter JPO tadi mudah-mudahan menjadi ikonik betul. Tulisan BTN-nya harus gede, Pak Dirut. Harus gede, harus jelas. Habis itu, sekarang kan nulisnya baru di bawah. Habis itu nulisnya di atas (JIS) gitu ya,” pungkasnya.

Topik Menarik