Medan Sulit Longsor Cisarua, Polri Turunkan Enam Anjing Pelacak K9
JAKARTA - Polri menerjunkan anjing pelacak atau K9 untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Dalam penanganan bencana ini, sebanyak enam ekor K9 dikerahkan ke lokasi, yakni Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita.
Keenam K9 tersebut memiliki keahlian utama dalam pencarian korban meninggal dunia (cadaver search). Untuk mendukung mobilitas dan efektivitas di medan bencana, tim K9 SAR juga dilengkapi dengan satu unit truk boks serta empat unit kendaraan ransus Navara K9.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, pengerahan Den K9 SAR merupakan langkah strategis Polri guna mempercepat proses pencarian korban di medan longsor yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
“Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian korban dapat berlangsung efektif, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Hendra, Minggu (25/1/2026).
Berdasarkan data resmi Posko Utama dan Pos DVI hingga Minggu, 25 Januari 2026, dari total 105 laporan orang hilang, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 25 kantong jenazah, termasuk tiga jenazah utuh dari hasil pencarian terbaru.
Dari jumlah tersebut, 11 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh.
Korban yang telah teridentifikasi masing-masing bernama:
- Suryana (57)
- Jajang Tarta (35)
- Dadang Apung (60)
- Nining (40)
- Nurhayati (42)
- Lina Ismayanti (43)
- M. Kori (30), teridentifikasi dari potongan tubuh berupa tangan
- Al-Sumari (35)
- Koswara (40)
- Koswara (26)
- Ayu Yuniarti (31)
Sementara itu, 10 jenazah dan satu bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem.










