4 Fakta 28 Juta Penduduk Indonesia Alami Masalah Kejiwaan

4 Fakta 28 Juta Penduduk Indonesia Alami Masalah Kejiwaan

Gaya Hidup | okezone | Minggu, 25 Januari 2026 - 10:08
share

JAKARTA - Gangguan kejiwaan ternyata menjadi masalah yang dihadapi penduduk Indonesia. Bahkan secara mengejutkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa sekitar 28 juta penduduk di Indonesia mengalami masalah kejiwaan. 

Data tersebut bukan sekadar angka, melainkan hal yang harus diurai penyebab dan yang terpenting adalah solusinya agar menjadi tuntas. Hingga kini banyak yang beranggapan bahwa masalah kejiwaan merupakan hal yang tabu karena identik dengan stigma negatif. 

(Menkes Budi G Sadikin. Foto: Kemenkes)

Lalu seperti apakah fakta-fakta tentang data yang diungkapkan oleh Menkes Budi Sadikin? Berikut ini seperti dirangkum Minggu (25/1/2026). 

1. Masalah Kejiwaan di Indonesia 

Sekitar 28 juta penduduk di Indonesia mengalami masalah kejiwaan. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan dalam Rapat Bersama Komisi IX DPR RI pada Senin, 19 Januari 2026. 

Angka tersebut mengacu kepada data Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) yang mengungkap bahwa 1 dari 8 sampai satu dari 10 penduduk di Indonesia mengalami masalah kejiwaan. 

"Jadi kalau Indonesia 280 juta, ya minimal 28 juta itu punya masalah kejiwaan,” kata Budi. 

 

2. Jenis Masalah Kejiwaan di Indonesia 

Menkes Budi Sadikin menjelaskan, masalah kejiwaan yang dialami masyarakat di antaranya depresi disorder, anxiety disorder, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sampai schizophrenia.

“Bisa itu depresi, disorder atau anxiety disorder yang lebih berat ada ada ADHD, schizophrenia ada penyakit-penyakit jiwa itu ada banyak juga,” ucap dia.

3. Persentase Masalah 

Meski demikian, ia menegaskan bahwa berdasarkan data hasil screening dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) besutan Presiden Prabowo Subianto masih rendah.

“Angkanya masih di sekitar 5, di bawah 1 persen untuk dewasa dan anak-anak 5 persen,” tegas Budi.

Angka tersebut bisa menjadi patokan bagi pemerintah ke depannya agar bisa membuat kebijakan terkait banyaknya masyarakat yang mengalami masalah kejiwaan. Apalagi WHO sendiri telah mengungkap satu dari 10 penduduk di Indonesia mempunyai masalah kejiwaan.

“Ya, tapi dengan screen ini kita sudah tahu,” cetus dia.

4. Penanganan Jangka Pendek 
Sebagai langkah penanganan jangka pendek, pihaknya telah menurunkan tatalaksana penanganan masalah kejiwaan ke tingkap Puskesmas. 

Obat-obat khusus kejiwaan serta konsultasi psikologi sudah mulai tersedia di puskesmas. “Kita juga sudah mulai menurunkan karena jiwa itu enggak pernah ada di Puskesmas tata laksananya. Sekarang kita sudah bikin tata laksananya baik yang membutuhkan farmasi, obat-obatan atau yang membutuhkan kan psikologi, konseling,” pungkas dia.

Topik Menarik