Lula Lahfah Meninggal Dunia, Kenali Penyakit ISK, Usus Bengkak hingga Gerd
JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia selebgram. Lula Lahfah dikabarkan meninggal dunia akibat henti jantung.
Namun, sebelum kabar tersebut beredar, kekasih Reza Arap itu sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena mengidap sejumlah penyakit.
Hal tersebut diketahui melalui unggahan di akun TikTok pribadi milik Lula. Ia mengunggah video dirinya sedang dirawat di salah satu rumah sakit pada 30 Desember 2025 serta 1 dan 2 Januari 2026.
Bahkan, dalam unggahan pada 2 Januari 2026, Lula menuliskan beberapa penyakit yang diidapnya. Hal itu diungkapkan saat ia menjawab pertanyaan seorang warganet terkait kondisi kesehatannya.
“Emang kakaknya sakit apa?” tanya seorang warganet dengan nama akun Amelia.a15.
Pertanyaan tersebut dijawab Lula melalui kolom balasan komentar. Ia menyebut dirinya mengidap ISK (infeksi saluran kemih), usus bengkak dan radang, batu ginjal, hingga GERD.
“Borongan, ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, GERD.”
Sementara itu, dalam keterangan video yang diunggahnya, Lula menuliskan bahwa dirinya sudah dirawat selama satu minggu.
Bangkitnya Planetarium Jakarta, Pelopor Pendidikan Astronomi di Asean Setelah Mati Suri 12 Tahun
“Tiktokan deh, udah eneg banget seminggu di RS,” tulis Lula dalam keterangan videonya.
Lalu, apa itu penyakit ISK, usus bengkak dan radang, batu ginjal, serta GERD? Berikut penjelasannya, dirangkum Minggu (25/1/2026).
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
ISK merupakan gangguan akibat infeksi yang disebabkan oleh patogen (organisme penyebab penyakit) yang masuk ke saluran perkemihan, yakni ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Infeksi saluran kemih umumnya terjadi pada perempuan, dan angka kejadiannya meningkat seiring bertambahnya usia.
ISK lebih sering dijumpai pada perempuan dibandingkan laki-laki. Hal ini disebabkan oleh faktor anatomi, di mana uretra perempuan lebih pendek dibandingkan laki-laki.
Penyebab ISK meliputi beberapa faktor. Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), faktor tersebut antara lain kurangnya kebersihan area genital, kebiasaan menahan buang air kecil terlalu lama, penggunaan kateter urine, sistem imun yang lemah, serta gangguan pada saluran kemih.
Gejala ISK biasanya meliputi rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil meski hanya sedikit urine yang keluar, urine keruh dan berbau menyengat atau bercampur darah, rasa tidak nyaman di perut bagian bawah, nyeri di punggung atau pinggang, demam tinggi, mual, muntah, serta menggigil.
2. Usus Bengkak (Radang Usus)
Penyebab penyakit radang usus hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Beberapa faktor, seperti pola makan tertentu dan stres, dipercaya dapat memperparah gejala penyakit ini.
Meski demikian, faktor tersebut bukan penyebab utama munculnya radang usus. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah adanya malfungsi atau kelainan pada sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini terjadi ketika sistem imun yang seharusnya melawan bakteri dan virus justru menyerang lapisan dinding usus, sehingga mengganggu fungsi pencernaan.
Gejala radang usus bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan peradangan. Gejala juga cenderung kambuh, sehingga penderita dapat mengalami periode tanpa gejala sama sekali.
Gejala yang sering muncul antara lain nyeri atau kram perut, perut kembung dan terasa keras, diare berkepanjangan, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, serta buang air besar berdarah dengan warna merah terang (hematokezia).
3. Batu Ginjal
Batu ginjal, atau nefrolitiasis (urolitiasis), merupakan endapan keras yang terbentuk dari mineral dan garam di dalam ginjal.
Penyebab batu ginjal antara lain pola makan tertentu, kelebihan berat badan, kondisi medis tertentu, serta konsumsi suplemen atau obat-obatan tertentu. Batu ginjal dapat memengaruhi seluruh bagian saluran kemih, mulai dari ginjal hingga kandung kemih.
Batu ginjal terbentuk ketika urine menjadi terlalu pekat, sehingga mineral di dalamnya mengkristal dan saling menempel. Proses pengeluaran batu ginjal bisa sangat menyakitkan, tetapi umumnya tidak menyebabkan kerusakan permanen jika ditangani dengan tepat.
Dalam beberapa kasus, penderita hanya memerlukan obat pereda nyeri dan memperbanyak konsumsi air putih. Namun, jika batu tersangkut di saluran kemih, berhubungan dengan ISK, atau menyebabkan komplikasi, tindakan medis hingga pembedahan mungkin diperlukan.
4. GERD
OCBC Financial Fitness Index 2025 Catat Disiplin Keuangan Rendah, Hanya 12 persen Patuh Anggaran
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan kondisi ketika isi lambung mengalir kembali ke esofagus, sehingga menimbulkan gejala seperti mulas dan regurgitasi asam.
GERD dapat berlangsung secara kronis dan menyebabkan penurunan kualitas hidup penderitanya. Selain itu, penyakit ini juga dikaitkan dengan beban ekonomi yang cukup besar.
Jika tidak ditangani dengan baik, GERD dapat menimbulkan komplikasi, seperti striktur esofagus, Barrett’s esophagus, hingga adenokarsinoma esofagus. GERD menjadi salah satu masalah kesehatan utama di berbagai negara.
Terdapat hubungan antara stres dan kondisi emosional dengan fungsi saluran pencernaan. Faktor psikologis dapat memperburuk gejala GERD, menyulitkan pengobatan, serta menurunkan kualitas hidup pasien.
Faktor risiko GERD antara lain jenis kelamin perempuan, indeks massa tubuh (BMI) tinggi atau obesitas, kebiasaan merokok, serta kurangnya aktivitas fisik atau olahraga rutin.
Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait hubungan penyakit yang diidap Lula dengan henti jantung yang disebut-sebut sebagai penyebab meninggal dunia, sebagaimana kabar yang beredar di media sosial.
Sebelumnya, Lula Lahfah dikabarkan meninggal dunia setelah viralnya unggahan di Instagram dan X. Sejumlah artis dan selebgram membanjiri kolom komentar unggahan terakhirnya dengan ungkapan duka.
Banyaknya komentar tersebut membuat publik geger dan bertanya-tanya, lantaran belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga maupun manajemen.
Namun, sebuah akun Instagram bernama @kimjennniiie membagikan surat kematian atas nama Lula Lahfah. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Lula meninggal dunia akibat henti jantung.
“Pada tanggal 23 Januari 2026, tepatnya pukul 19.20, (Lula Lahfah) meninggal dunia yang disebabkan oleh henti jantung/henti napas,” demikian bunyi surat kematian yang dibagikan akun tersebut.
Kabar duka itu semakin menguat setelah akun @weird.genius, grup DJ tempat Reza Arap bernaung, mengumumkan pembatalan penampilan mereka dalam sebuah acara.
Dalam unggahannya, Weird Genius menyebut pembatalan tersebut dilakukan karena kabar duka yang menimpa salah satu anggotanya, meski tidak menyebutkan secara gamblang sosok yang dimaksud.
“Dengan berat hati, kami informasikan bahwa Weird Genius tidak dapat tampil pada malam ini karena kabar duka yang menimpa salah satu anggota kami, yang saat ini belum dalam kondisi dan keadaan yang memungkinkan untuk tampil di atas panggung,” tulis akun tersebut.










