Lagi Viral Istilah Gas Whipping dan Jadi Sorotan Netizen, Apa Itu?

Lagi Viral Istilah Gas Whipping dan Jadi Sorotan Netizen, Apa Itu?

Gaya Hidup | okezone | Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:37
share

JAKARTA - Lagi viral Istilah Gas Whipping dan menjadi sorotan netizen, apa Itu? Netizen tengah dihebohkan dengan istilah gas whipping di tengah kabar meninggalnya selebgram Lula Lahfah, Jumat (23/1/2026). Beredar rumor mengenai temuan botol gas whipping yang disebut bisa disalahgunakan dan berbahaya bagi kesehatan.

Dari informasi yang beredar, tabung gas tersebut berwarna pink dengan tulisan Whipp Pink. Gas ini diketahui memang digunakan dalam dunia kuliner untuk membuat krim kocok atau whipped cream, namun dapat menimbulkan sensasi “fly” jika disalahgunakan.

Lantas, apa itu gas whipping yang kini menjadi sorotan netizen?

Gas whipping adalah gas yang digunakan dalam proses pengocokan (whipping) di dunia kuliner, terutama untuk membuat whipped cream atau busa (foam) pada makanan dan minuman. Gas yang paling umum digunakan adalah nitrous oxide (N₂O), yang sering dikenal sebagai whipping gas atau cream charger.

Namun, melansir German Federal Institute for Risk Assessment, gas whipping dengan kandungan nitrous oxide ini juga dikenal sebagai gas tertawa. Karena efek anestesi dan pereda nyerinya, gas tertawa digunakan dalam dunia medis, terutama kedokteran gigi. Jika digunakan dalam jangka pendek dan di bawah pengawasan medis, gas ini dianggap relatif aman.

Sayangnya, gas N₂O kerap disalahgunakan oleh sebagian orang untuk menciptakan sensasi “fly”. Studi dari sejumlah negara Eropa menunjukkan bahwa penyalahgunaan gas tertawa dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius hingga permanen.

Kerusakan neurologis dapat terjadi akibat terganggunya metabolisme vitamin B12. Nitrous oxide bereaksi dengan vitamin B12 yang biasanya diperoleh dari makanan sehingga membuat vitamin tersebut menjadi tidak aktif. Padahal, vitamin B12 berperan penting dalam pembentukan sel saraf dan darah. Akibatnya, penyalahgunaan gas ini dapat menyebabkan mati rasa, kelumpuhan, hingga jenis anemia tertentu.

Di wilayah metropolitan Paris, tercatat sebanyak 181 pasien mengalami keracunan gas tertawa berat antara tahun 2018 hingga 2021. Sebagian di antaranya mengalami kerusakan serius pada sumsum tulang belakang atau bagian lain dari sistem saraf.

Sementara itu, pada tahun 2024 tercatat 50 kasus keracunan nitrous oxide, dengan mayoritas korban berasal dari kelompok remaja dan dewasa muda. Sebagian besar mengalami gejala ringan hingga sedang.

Karena potensi risiko kesehatan tersebut, pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan gas tertawa atau gas whipping menjadi penting bagi masyarakat. Efek sampingnya dapat menyerang sistem saraf, menimbulkan berbagai gejala, dan dalam beberapa kasus sulit dipulihkan.

Topik Menarik