P2MI Tegaskan Perluas Akses Pendidikan bagi Pekerja Migran
JAKARTA – Sekjen Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Komjen Pol. Dwiyono menegaskan pihaknya mendukung upaya meningkatkan kapasitas pekerja migran Indonesia (PMI). Bahkan, termasuk memberikan akses pendidikan tinggi berbasis digital kepada mereka.
Dwiyono menyampaikan kedatangan Rektor Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), Asep Saefuddin, menjadi langkah besar untuk bersama-sama mewujudkan perlindungan PMI.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Asep dan rombongan. Semoga kerja sama ini ke depan semakin memperkuat perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia,” ujarnya, dikutip Rabu (14/1/2026).
Sementara itu, Asep Saefuddin mengatakan pentingnya pendidikan bagi PMI, khususnya ketika mereka kembali ke Tanah Air. PMI yang purnatugas diharapkan tidak hanya membawa modal ekonomi, namun juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ketua Komisi III Sebut Penempatan Polisi di Kementerian dan Lembaga Tak Bertentangan dengan MK
“Harapan kami, ketika para PMI kembali ke Indonesia, mereka tidak hanya membawa hasil kerja secara materi, tetapi juga gelar sarjana dan kompetensi digital yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan kontribusi mereka bagi bangsa,” ujarnya.
Asep menambahkan bahwa UICI merupakan universitas berbasis digital pertama di Indonesia yang diresmikan pada 2021. Misi utamanya adalah mendemokratisasi pendidikan tinggi melalui pemanfaatan teknologi digital.
“UICI didirikan untuk memastikan bahwa pendidikan tinggi tidak lagi menjadi sesuatu yang eksklusif. Dengan sistem digital, kami ingin menembus batas geografis dan ekonomi agar siapa pun, termasuk pekerja migran Indonesia, memiliki akses yang setara terhadap pendidikan,” katanya.
Selain itu, pihaknya menerapkan kurikulum berbasis proyek (project-based curriculum) yang memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam proyek nyata.










