Meski Tembus 16 Besar India Open 2026, Jonatan Christie Curhat soal Taktik Licik Jason Teh
NEW DELHI – Tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, sukses mengamankan tiket babak 16 besar India Open 2026 setelah tampil dominan atas wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh. Namun, di balik kemenangan dua gim langsung tersebut, pemain yang akrab disapa Jojo ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap lawan yang dinilai melakukan tindakan tidak sportif di tengah pertandingan.
Berlaga di Indira Gandhi Indoor Stadium, Kamis (14/1), Jonatan menang dua gim langsung atas Jason Teh dengan skor 21-16 dan 21-10. Walau tampil dominan, pemain yang akrab disapa Jojo itu menyebut jalannya pertandingan tidak fair play.
“Puji Tuhan, bersyukur bisa lolos ke babak kedua. Memang ada insiden yang kurang mengenakan untuk saya dan mungkin untuk semua pemain yang bertemu dengan lawan yang tidak fair play,” kata Jonatan dalam keterangan PBSI, Rabu (14/1/2026).
1. Temuan Kejanggalan Laju Shuttlecock
Sehari 4 Emas! Violine Intan Puspita Jadi Penutup Manis Dominasi Atletik Indonesia di SEA Games 2025
Kejadian tersebut dialaminya pada gim pertama. Jonatan mengaku merasakan ada yang janggal pada kecepatan shuttlecock saat memasuki poin-poin krusial. Kata dia, laju shuttlecock terasa lebih kencang dari biasanya.
“Di gim pertama saya sempat unggul jauh dengan sudah cukup memetakan dari poin-poin awal. Masih coba terus bagaimana kondisi angin dan lain-lain sampai akhirnya di posisi poin 16 sekian, saya tersadar ada yang berbeda dengan shuttlecocknya,” ujar dia.
“Dia servis, saya buang gitu. Kok kencang? Feelingnya tuh berbeda, touchnya tuh juga berbeda. Saya pikir, oh apa bolanya itu ganti? Karena kan ada beberapa slop di service judge-nya kan? Apa mungkin bolanya?” sambungnya.
2. Fokus Babak Selanjutnya
Ketika shuttlecock berada di tangannya, Jojo menemukan bukti fisik berupa bekas petikan kuku yang sangat rapi. Dia menjelaskan bahwa teknik memetik bulu pada shuttlecock seperti itu cukup berpengaruh dalam pertandingan karena mengubah kecepatan bola.
Membanggakan! Biliar Indonesia Tambah Perunggu, Total 2 Perak dan 2 Perunggu di SEA Games 2025
“Tapi pas bola itu pindah ke saya, saya lihat seperti kelihatan ada itu dipetik. Kalau dipetik itu kadang bisa jadi cepat, bisa lambat sementara kondisi gim pertama, saya itu memang agak sedikit menang angin. Sangat terasa jadi tambah kencang. Petikannya bagus banget. Jujur, enggak kelihatan, dia petikannya juga halus. Enggak yang bener-bener langsung berasa gitu tapi saya sebagai pemain bisa merasakan,” jelas Jonatan.
Kata Jojo, Jason Teh tidak mengakui tindakannya. Dia pun tidak ambil pusing dan tidak ingin memperkeruh kejadian tersebut. Pemain kelahiran Jakarta itu lebih memilih fokus menghadapi Yushi Tanaka di babak 16 besar India Open 2026.
“Saya memang tidak melihat kapan dia melakukan itu, saya tanya service judge juga sama, benar-benar clean tapi ada bukti di shuttlecocknya seperti petikan kuku yang tidak ada di shuttlecock yang baru. Sampai akhir dia tidak mengakui dan ya it's ok buat saya. Dan ya sudah, pertandingan sudah selesai, tidak perlu diperpanjang dan dibahas lagi,” paparnya.
“Sekarang saya mau fokus untuk pertandingan besok. Lawan Yushi Tanaka (Jepang), terakhir saya kalah di Australia jadi mudah-mudahan besok bisa menampilkan yang jauh lebih baik. Dan persiapan juga bisa lebih maksimal lagi,” pungkas Jonatan.










