Kisah Pebulu Tangkis Mohammad Ahsan, Tolak Pinangan Tiga Negara Asia demi Tebus Waktu Bersama Keluarga

Kisah Pebulu Tangkis Mohammad Ahsan, Tolak Pinangan Tiga Negara Asia demi Tebus Waktu Bersama Keluarga

Olahraga | okezone | Senin, 12 Januari 2026 - 11:45
share

SETELAH 10 tahun mendedikasikan hidupnya untuk mengharumkan nama bangsa di lapangan bulu tangkis, Mohammad Ahsan resmi memasuki masa purnabakti di awal 2025 lalu. Namun, meski raketnya sudah digantung, pesona pemain berjuluk Babah ini belum memudar.

Terbukti tak lama setelah mengumumkan pensiun pada tahun 2025, Ahsan langsung menjadi incaran banyak negara yang ingin meminang jasanya sebagai pelatih.

Meski sang tandem setianya, Hendra Setiawan, memilih langsung terjun ke dunia kepelatihan, Ahsan justru mengambil langkah sebaliknya. Ia memilih untuk menepi sejenak dari hiruk-pikuk turnamen demi membayar utang waktu kepada istri dan anak-anaknya.

1. Komitmen Satu Tahun Tanpa Raket

Keputusan Ahsan untuk tidak langsung mengikuti jejak Hendra didasari oleh keinginannya yang kuat untuk menikmati waktu istirahat secara total. Bagi pria berusia 37 tahun ini, 2025 adalah momen sakral untuk benar-benar hadir bagi keluarga tanpa terganggu oleh jadwal kompetisi yang ketat seperti puluhan tahun terakhir.

Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan pensiun. foto aldhi chandra

"Tujuan mau pensiun memang mau istirahat dulu. Kita enggak tahu tapi ke depan, memang tahun ini mau komitmen istirahat dulu, buat keluarga dulu, terus memang benar-benar menikmati lah. Dulu kan udah puluhan tahun, tahun depan enggak tahu," ungkap Ahsan saat ditemui di Daddies Arena pada Agustus 2025 lalu.

Ahsan mengaku belum memiliki kesiapan mental untuk kembali terikat dalam kontrak yang menuntut waktu dan dedikasi tinggi.

"Belum tahu sih pokoknya tahun ini belum siap untuk komitmen (menjadi pelatih), jadi kalau namanya komitmen kita benar-benar komitmen. Ya jadi emang komitmen waktu, komitmen mungkin buat ngelatih juga. Itu masih belum," tambahnya.

 

2. Menepis Tawaran Menggiurkan dari Mancanegara

Daya tarik Ahsan sebagai salah satu pemain ganda putra terbaik dunia terbukti dengan datangnya tawaran melatih dari sedikitnya tiga negara di kawasan Asia. Namun, tawaran menggiurkan dari luar negeri tersebut ditolaknya mentah-mentah. Alasan utamanya tetap sama, ia enggan kembali terpisah jarak dengan orang-orang tercinta.

"Ada (tawaran dari menjadi pelatih) dari luar. Dari luar banyakan sih. Ada aja (asal negara yang menawarkan) haha. Ada beberapa lah pokoknya. (Negaranya) Asia. Pokoknya itulah tapi memang saya enggak dulu," sambung Ahsan.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. PBSI

Ahsan juga memberikan isyarat bahwa jika suatu saat nanti ia merasa sudah siap untuk membagikan ilmunya di pinggir lapangan, prioritas utamanya adalah melatih di Tanah Air.

"Ya kalau bisa sih di Indonesia dulu (kalau sudah siap menjadi pelatih). Karena kan keluarga di sini, kalau di luar kan harus jauh lagi dari keluarga. Kayak waktu main dulu kan ditinggal lagi," tutup Ahsan.

Topik Menarik