Donald Trump Pertimbangkan Serangan Militer AS ke Iran

Donald Trump Pertimbangkan Serangan Militer AS ke Iran

Terkini | okezone | Minggu, 11 Januari 2026 - 16:06
share

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk memerintahkan serangan baru terhadap Iran sebagai tanggapan atas tindakan keras Teheran terhadap protes dan kerusuhan yang dipicu oleh inflasi yang melonjak, demikian dilaporkan New York Times pada Sabtu, (10/1/2026) mengutip pejabat Amerika yang mengetahui diskusi tersebut.

Menurut surat kabar tersebut, Trump telah diberi pengarahan dalam beberapa hari terakhir tentang beberapa opsi serangan, termasuk serangan terhadap target non-militer di Teheran, tetapi belum membuat keputusan akhir. Presiden telah mengeluarkan beberapa ancaman terhadap Iran di masa lalu dan secara terbuka menyatakan dukungan untuk para demonstran pada Sabtu.

“Iran sedang mengincar KEBEBASAN, mungkin tidak pernah sebelumnya. AS siap membantu!!!” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, sebagaimana dilansir RT.

Protes meletus di Iran pada 28 Desember setelah runtuhnya mata uang nasional menyebabkan kenaikan tajam harga makanan dan barang-barang pokok lainnya. Demonstrasi dengan cepat meningkat menjadi kerusuhan yang meluas, dengan para perusuh bentrok dengan polisi dan menyerang lembaga-lembaga pemerintah di Teheran dan kota-kota lain. Pihak berwenang memutus koneksi internet dan telepon di seluruh negeri pada hari Kamis dalam upaya untuk menahan kekerasan.

Teheran menuduh AS dan Israel memicu kerusuhan tersebut.

 

“Karena percaya bahwa Republik Islam Iran sama seperti negara-negara lain, AS mengejar tindakan yang sama dengan mendorong individu-individu tertentu untuk menciptakan kekacauan dan kerusuhan,” tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di X pada Sabtu.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei mengecam ancaman tersebut sebagai “tidak berdasar,” dan mengatakan bahwa negara itu “tidak akan mundur melawan para perusak.”

AS melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025 untuk mendukung kampanye udara Israel selama 12 hari terhadap negara tersebut. Teheran menanggapi dengan serangan rudal yang menargetkan pangkalan AS di Qatar, yang tidak menyebabkan korban jiwa.

Topik Menarik