Terungkap! Segini Cadangan Minyak Venezuela yang Diincar Trump, Terbesar di Dunia
JAKARTA - Mengungkap cadangan minyak Venezuela yang diincar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Venezuela menyimpan sekitar 17 dari total cadangan minyak dunia atau setara dengan 303 miliar barel.
Dengan cadangan minyak 303 miliar barel, Venezuela menjadi negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Pada masa keemasannya di era 1970-an, Venezuela pernah memproduksi hingga 3,5 juta barel minyak per hari. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, produksi minyak negara tersebut merosot tajam.
Tahun lalu, produksi minyak Venezuela tercatat rata-rata hanya sekitar 1,1 juta barel per hari, atau setara dengan 1 dari total produksi minyak dunia.
AS sebelumnya menjadi pembeli utama minyak Venezuela. Namun, seiring memburuknya hubungan diplomatik kedua negara dan penerapan sanksi ekonomi, Tiongkok kini menjadi tujuan utama ekspor minyak Venezuela.
Trump Ambil Alih Cadangan Minyak Venezuela
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mengambil alih pengelolaan cadangan minyak Venezuela setelah serangan militer AS berhasil menggulingkan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Langkah tersebut langsung memicu perhatian dan respons dari sejumlah perusahaan minyak raksasa dunia.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan minyak asal Amerika Serikat siap masuk ke Venezuela untuk memulihkan industri migas negara tersebut yang dinilai mengalami kerusakan parah akibat krisis berkepanjangan.
“Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak,” ujar Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago.
Pernyataan tersebut segera mendapat tanggapan dari Chevron, salah satu perusahaan energi terbesar asal AS yang selama ini memiliki kepentingan di Venezuela. Melalui juru bicaranya, Chevron menegaskan bahwa pihaknya masih bersikap hati-hati.
Rilis Aturan Baru Untuk Perbesar Porsi Investor Ritel, OJK Diminta Waspadai Volatilitas Harga
“Chevron tetap fokus pada keselamatan dan kesejahteraan karyawan kami, serta integritas aset kami. Kami terus beroperasi sepenuhnya sesuai dengan semua hukum dan peraturan yang relevan,” ujar juru bicara perusahaan sebagaimana dikutip dari Sky News.
Sementara itu, raksasa minyak AS lainnya, ConocoPhillips, menyatakan tengah memantau secara cermat perkembangan situasi di Venezuela serta dampaknya terhadap stabilitas energi global.
“Kami memantau perkembangan di Venezuela dan implikasi potensialnya terhadap pasokan dan stabilitas energi global. Akan terlalu dini untuk berspekulasi tentang aktivitas bisnis atau investasi di masa depan,” kata juru bicara ConocoPhillips.
Di sisi lain, sejumlah pemain besar industri energi global seperti ExxonMobil, Shell, BP, TotalEnergies, dan Saudi Aramco hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana Trump maupun potensi keterlibatan mereka di sektor minyak Venezuela.
Mengutip World Atlas yang merangkum data OPEC tahun 2023, berikut 10 negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia:
1. Venezuela: 303,22 miliar barel
2. Arab Saudi: 267,19 miliar barel
3. Iran: 208,60 miliar barel
4. Kanada: 163,63 miliar barel
5. Irak: 145,02 miliar barel
6. Uni Emirat Arab: 113,00 miliar barel
7. Kuwait: 101,50 miliar barel
8. Rusia: 80,00 miliar barel
9. Amerika Serikat: 55,25 miliar barel
10. Libya: 48,36 miliar barel









