Luas Panen Naik 2 Juta Hektare, Produksi Beras Diperkirakan 6,23 Juta Ton

Luas Panen Naik 2 Juta Hektare, Produksi Beras Diperkirakan 6,23 Juta Ton

Ekonomi | okezone | Selasa, 6 Januari 2026 - 11:19
share

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi dan beras meningkat pada penghujung 2025, dengan prospek jauh lebih besar pada awal tahun 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan realisasi luas panen padi pada November 2025 tercatat mencapai 0,57 juta hektare, atau tumbuh 3,56 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Produksi padi pada November 2025 diperkirakan mencapai 3,20 juta ton GKG, atau naik 2,83 dibandingkan November tahun lalu. Sementara itu, produksi beras diperkirakan mencapai 1,85 juta ton, atau naik 2,83 dibandingkan November tahun lalu," papar Pudji, Selasa (6/1/2026).

Memasuki periode tiga bulan ke depan (Desember 2025–Februari 2026), BPS memproyeksikan lonjakan luas panen yang signifikan. Potensi luas panen diperkirakan mencapai 2,00 juta hektare, atau melonjak sekitar 30,70 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan luas lahan ini berbanding lurus dengan estimasi hasil produksi, yakni produksi padi diprediksi mencapai 10,81 juta ton GKG (naik 32,58), dan produksi beras diprediksi mencapai 6,23 juta ton (naik 32,51).

Lonjakan ini diharapkan dapat memperkuat stok pangan nasional dan menjaga stabilitas harga beras di pasar domestik pada kuartal pertama tahun depan.

Selain padi, komoditas jagung juga menunjukkan performa yang cukup stabil. Pada November 2025, luas panen jagung mencapai 0,16 juta hektare, naik sekitar 10,09 secara tahunan.

 

"Sehingga diperkirakan produksi jagung pada November 2025 mencapai 1,03 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 (JPK KA 14), atau naik 5,32 dibandingkan November 2024," ungkap Pudji.

Untuk periode Desember 2025–Februari 2026, meskipun luas panen jagung diperkirakan mengalami penurunan tipis sebesar 0,15 menjadi 0,70 juta hektare, secara volume produksi justru diprediksi masih tumbuh.

Potensi produksi jagung pipilan kering diperkirakan sebesar 4,22 juta ton, atau meningkat 0,71 dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Peningkatan produksi di kedua komoditas utama ini menunjukkan bahwa aktivitas sektor pertanian tetap produktif di tengah dinamika cuaca sepanjang tahun 2025.

Topik Menarik