Kakorlantas Sebut Kendaraan Keluar Jakarta Naik 11 di Momen Nataru

Kakorlantas Sebut Kendaraan Keluar Jakarta Naik 11 di Momen Nataru

Nasional | okezone | Sabtu, 3 Januari 2026 - 16:58
share

JAKARTA – Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyebut terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui jalan tol pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kenaikan tersebut tercatat lebih dari 11 persen.

Irjen Agus menjelaskan, angka tersebut dihitung berdasarkan perbandingan arus lalu lintas pada periode 18 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Data kendaraan keluar Jakarta dipantau melalui lalu lintas harian rata-rata normal (LHRN) di empat gerbang tol utama, yakni Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.

"Total kendaraan keluar Jakarta mencapai 2.638.184 unit, naik 11,49 persen dibandingkan data LHRN sebanyak 2.366.223 kendaraan," kata Agus kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026).

 

Ia menuturkan, jika dibandingkan dengan periode Natal dan Tahun Baru 2024/2025, jumlah kendaraan keluar Jakarta juga mengalami kenaikan sebesar 3,40.

"Total kendaraan keluar Jakarta 2.638.186 unit, naik 3,40 persen dibandingkan tahun 2024/2025 yang tercatat sebanyak 2.551.147 kendaraan," ujarnya.

 

Sementara itu, untuk jumlah kendaraan yang masuk Jakarta pada periode yang sama, Agus menyebut terjadi kenaikan sebesar 8,01 jika dibandingkan dengan LHRN. Namun, bila dibandingkan dengan periode 2024/2025, angka tersebut justru turun 0,36.

“Total kendaraan masuk Jakarta sebanyak 2.472.184 unit, naik 8,01 persen dibandingkan data LHRN sebanyak 2.288.928 kendaraan. Namun, dibandingkan tahun 2024/2025 sebanyak 2.481.075 kendaraan, turun 0,36 persen,” ungkapnya.

Menurut Agus, data tersebut menunjukkan adanya peningkatan volume kendaraan baik keluar maupun masuk Jakarta jika dibandingkan dengan kondisi normal. Hal ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur Natal dan Tahun Baru.

“Meskipun demikian, peningkatan volume tersebut tidak berdampak signifikan terhadap gangguan arus lalu lintas berkat kesiapsiagaan petugas serta optimalnya langkah-langkah manajemen dan rekayasa lalu lintas,” imbuhnya.

 

Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan pelaksanaan Operasi Lilin 2024, arus kendaraan keluar Jakarta mengalami peningkatan. Hal tersebut mencerminkan meningkatnya pergerakan masyarakat untuk berlibur ke luar wilayah Jakarta.

“Sementara itu, arus masuk Jakarta relatif stabil dengan kecenderungan menurun. Ini menandakan arus balik dapat dikendalikan dengan baik dan tersebar secara merata,” jelasnya.

Agus menegaskan, keberhasilan pengendalian arus lalu lintas tersebut didukung oleh penempatan personel secara optimal di lapangan, penguatan pemantauan berbasis teknologi, penerapan rekayasa lalu lintas secara situasional, serta koordinasi yang efektif dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Secara keseluruhan, Operasi Lilin tahun ini mampu menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mencerminkan kinerja pengamanan lalu lintas yang profesional dan responsif,” pungkasnya.

Topik Menarik