Lagi Ramai Fenomena 'Rainbow Economy' di Thailand karena Ramah LGBTQ+
JAKARTA - Thailand memang dikenal sebagai negara yang melegalkan komunitas LGBTQ+. Ternyata negara tersebut juga membidik peluang ekonomi dari hal itu yang dikenal dengan rainbow economy.
Dikutip dari Nikkei Asia, nilai pasar global yang terkait dengan komunitas LGBTQ+ diperkirakan mencapai US$4,7 triliun atau setara dengan Rp73,8 ribu triliun. Angka fantastis ini membuat Thailand melihat sektor LGBTQ+ sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Thailand disebut ingin memanfaatkan reputasinya sebagai salah satu negara paling terbuka terhadap komunitas LGBTQ+ di Asia. Sikap ini kemudian memberi dampak dalam menarik wisatawan, investor, dan pelaku industri yang menyasar segmen pasar LGBTQ+.
Pariwisata menjadi sektor paling awal dan paling nyata yang digunakan Thailand dalam mengejar rainbow economy. Thailand sudah lama dikenal sebagai destinasi favorit wisatawan LGBTQ+, dengan kota-kota besar seperti Bangkok dan kawasan wisata yang dianggap aman dan ramah.
Wisatawan LGBTQ+ dinilai memiliki daya beli yang kuat dan biasanya melakukan perjalanan dengan pengeluaran lebih tinggi untuk akomodasi, hiburan, dan pengalaman gaya hidup. Thailand melihat hal ini sebagai peluang ekonomi berskala besar yang bisa mendorong pemulihan dan pertumbuhan industri pariwisata.
Pendekatan ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga pada sektor lain seperti hiburan, ritel, layanan, dan gaya hidup, yang semuanya berkaitan dengan preferensi dan kebutuhan konsumen LGBTQ+. Dengan nilai rainbow economy global yang diperkirakan mencapai US$4,7 triliun, Thailand melihat peluang untuk menarik perusahaan internasional dan investor yang ingin mengembangkan produk atau layanan yang menyasar komunitas LGBTQ+.
Meski peluangnya besar, upaya mengejar rainbow economy juga menuntut konsistensi kebijakan dan dukungan jangka panjang. Reputasi sebagai negara ramah LGBTQ+ perlu diimbangi dengan lingkungan bisnis dan sosial yang benar-benar mendukung agar potensi ekonomi tersebut dapat dimaksimalkan.










