Kenapa Ramalan Tarot Reader Populer di Kalangan Gen Z?
JAKARTA - Kenapa ramalan tarot reader populer di kalangan Gen Z? Selain zodiak, ramalan kartu tarot tengah marak di kalangan generasi muda. Banyak generasi milenial dan Gen Z beralih ke astrologi dan tarot sebagai bagian dari pertumbuhan emosional dan spiritual mereka.
Clinical Psychologist dr Andrabrosh mengatakan, beberapa orang menyebutnya tren, tetapi dia percaya hal itu jauh lebih dalam dari sekadar tren.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa semakin banyak anak muda yang menjauh dari sistem kepercayaan yang mereka anut sejak kecil. Bukan karena pemberontakan, tetapi karena sistem tersebut tidak lagi terasa seperti rumah.
Sebaliknya, mereka membangun sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih fleksibel, intuitif, dan jujur secara emosional. Mereka memilih untuk mengeksplorasi apa yang terasa tepat bagi mereka, dengan cara mereka sendiri.
“Menjadi dewasa muda saat ini sangatlah berat. Ada tekanan untuk memiliki kehidupan yang terencana, tetap produktif, dan terlihat baik-baik saja meskipun sebenarnya tidak,” tulis dia dalam blognya.
Generasi milenial dan Gen Z tumbuh dewasa di tengah perubahan tanpa henti, kemerosotan ekonomi, meningkatnya masalah kesehatan mental, dan budaya digital yang jarang memberi mereka waktu untuk beristirahat. Banyak yang merasa kelelahan, cemas, dan tidak yakin ke mana harus melangkah selanjutnya.
“Namun, apa yang saya amati, baik dalam praktik saya maupun di dunia nyata, adalah bahwa alih-alih berpaling dari perasaan-perasaan itu, banyak orang justru beralih ke dalam diri. Mereka menggunakan alat-alat spiritual seperti astrologi dan tarot untuk memahami apa yang terjadi di dalam diri mereka. Bukan untuk melarikan diri, tetapi untuk melihat lebih dekat,” kata dia.
Namun, menurutnya, praktik-praktik ini tidak memberikan jawaban langsung, tetapi menawarkan sesuatu yang stabil. Pembacaan kartu atau bagan kelahiran dapat menjadi awal dari percakapan yang lebih dalam dengan diri sendiri.
“Saya mendengar dari klien berusia 20-an dan 30-an yang melihat tanda bulan mereka untuk menjelaskan naik turun emosi mereka, atau yang menarik kartu tarot setiap pagi sebagai cara untuk memeriksa keadaan diri. Ini menjadi kebiasaan kecil yang menenangkan di tengah segala hal yang terasa tidak pasti,” kata dia.
Alat-alat ini tampaknya memenuhi kebutuhan mereka tanpa meminta penjelasan. Tidak ada tekanan untuk berprestasi, tidak perlu melakukan semuanya dengan “benar”. Mereka cukup duduk dengan sebuah kartu atau membaca horoskop dan merasa seolah-olah seseorang atau sesuatu memahami apa yang mereka alami, meskipun hanya sesaat.
Bagi banyak Gen Z, inilah cara mereka memproses kehidupan saat ini. Inilah cara mereka memperlambat tempo, memahami perasaan mereka, dan terhubung kembali dengan suara batin mereka. Di dunia yang bergerak cepat dan terasa penuh gejolak emosi, tarot dan astrologi memberi mereka cara yang lebih lembut untuk mendengarkan.
Kalau mau, aku juga bisa ringkaskan versi feature, buat angle psikologi yang lebih kuat, atau sesuaikan gaya bahasa khas rubrik lifestyle.





