Pemerintah Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang di Sorong

Pemerintah Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang di Sorong

Nasional | okezone | Minggu, 1 November 2026 - 18:56
share

SORONG – Pemerintah mengatasi krisis air bersih akibat kemarau panjang di Kawasan Transmigrasi Klamono–Segun, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Salah satunya dengan membuat instalasi air bersih di Puskesmas Pembantu (Pustu) Wariyau oleh Tim Ekspedisi Patriot.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai karya dan kontribusi mereka sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kampus berdampak dan hadir langsung memeriksa persoalan masyarakat sekaligus memberikan solusinya.

"Kita saksikan bahwa ini adalah salah satu saja dari karya yang diberikan oleh Tim Ekspedisi Patriot, yakni berupa pengadaan air bersih,’’ ujar Menteri Iftitah, Minggu (1/11/2026).

‘’Mengapa? Karena di sini air sangat sulit sekali. Yang bisa kita manfaatkan adalah air tanah dan air hujan, tetapi itu pun mungkin hanya bisa untuk mandi. Sementara untuk keperluan dapur dan sebagainya sulit sekali" lanjutnya.

Iftitah menegaskan, bahwa pendampingan menjadi pembeda dari bantuan biasa. Ia mengaku mendapat laporan bahwa masyarakat berharap program pendampingan dan pemberdayaan seperti ini terus berlanjut.

"Kata kuncinya adalah pemberdayaan dan keberdayaan, yang jauh lebih penting daripada bantuan yang sifatnya instan. Memampukan dan memberdayakan masyarakat adalah proses transfer of knowledge dan transfer of technology yang lebih penting lagi bagi kita semua,"pungkasnya.

Tim Ekspedisi Patriot mendampingi pembuatan kapal nelayan berbahan fiber dan juga mendorong pengadaan pupuk kompos untuk menjawab kelangkaan pupuk dengan melibatkan masyarakat. Di bidang UMKM, pisang yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini diolah menjadi keripik untuk dijual dan dipasarkan.

Karya TEP Brawijaya juga terlihat di Klamono Agro Living (KAL), kawasan berbasis agroforestri yang dirintis anak-anak muda setempat, dengan hidroponik, budidaya ikan, dan peternakan bebek.

 

Theo Momot, petani muda asli Papua yang ikut merintis KAL, mengaku sebelumnya banyak mengalami kegagalan menanam hidroponik.

“Ketika Tim Patriot masuk, saya sangat senang, karena ternyata masih banyak nutrisi atau bibit yang bagus, yang bisa menghasilkan hidroponik yang bagus untuk menambah pemasukan kami di sini,” kata Theo.

Menurut Theo, pengembangan agroforestri di KAL kini sudah hampir 60 persen, dan rekan-rekannya makin percaya diri bertani.  “Kita sebagai petani muda senang dengan apa yang telah diajarkan teman-teman Tim 18,” pungkasnya.

Topik Menarik