10 Menteri Dapat Skor Rendah Dalam Dua Tahun Pemerintahan, Ada Pigai, Raja Juli hingga Nusron Wahid
Celios dan KabinetBayangan resmi merilis hasil survei 2 tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dari survei ini, ada 10 menteri yang dinilai kinerja buruk dan mendapat skor rendah, seperti Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni hingga Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid.
"Untuk menteri yang terburuk nomor satu, ini sepertinya masih sama seperti tahun lalu, ada Bahlil, Pigai, kemudian Raja Juli Antoni, ini sepertinya terkait dengan masalah karhutla," terang Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira saat memaparkan hasil riset secara daring, Minggu (11/10/2026).
Berdasarkan hasil survei tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendapat skor -159; Menteri HAM Natalius Pigai -158; Menhut Raja Juli Antoni -103; Kepala BGN Sudaryono -47.
Baca juga: Dua Tahun Pemerintahan, Wapres Gibran Rakabuming Raka Diberi Skor di Bawah 5
Kemudian Menko Pangan Zulkifli Hasan -43; Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid -24; Menko PMK Pratikno -17; Mensos Saifullah Yusuf -17; Menko PM Muhaimin Iskandar -16 dan Menbud Fadli Zon -16.Selain itu, Celios dan Kabinet Bayangan juga memotret kinerja menteri yang mendapat skor terbaik. "Menteri yang terbaik, memang pada saat itu surveinya dilakukan sebelum adanya reshuffle dari Kementerian Keuangan. Maka di situ adalah Purbaya nomor satu. Kemudian yang kedua itu Amran, nah yang ketiga itu AHY, keempat Sjafrie," tutur Bhima.
Adapun menteri yang mendapat skor terbaik yakni Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa 291; Mentan Amran Sulaiman 140; Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 127; Menhan Sjafrie Sjamsoeddin 12.
Lihat video: Presiden Prabowo Rombak Ulang Jajaran Menteri Kabinet Merah Putih
Kemudian, Menteri UMKM Maman Abdurrahman 11; Menkes Budi Gunadi Sadikin 8; Menteri Perumahan dan Pemukiman Maruarar Sirait 6; Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra 6; Mendikdasmen 5 dan Mendagri Tito Karnavian 4.Sekadar informasi, survei ini melibatkan 129 responden ahli dengan berbagai latar keahlian hingga wilayah domisili, dan pengalaman profesional yang beragam. Selain itu, survei ini juga melibatkan 1.142 responden yang tersebar di berbagai provinsi.
Pengumpulan data dilakukan sejak 15 September hingga 9 Oktober 2026. Survei masyarakat umum menggunakan pendekatan non-probability sampling melalui Meta Ads, sementara responden ahli snowball sampling untuk menjangkau responden dengan keahlian yang relevan.









