Ayah Winda Gowasa Heran Jenazah Putrinya Diautopsi Tanpa Izin Keluarga, Hasilnya Tak Diberi Tahu

Ayah Winda Gowasa Heran Jenazah Putrinya Diautopsi Tanpa Izin Keluarga, Hasilnya Tak Diberi Tahu

Nasional | sindonews | Senin, 28 September 2026 - 16:08
share

Sanalui Gowasa, ayah almarhum Winda Lorenza Gowasa mempertanyakan proses autopsi yang dilakukan Polrestabes Medan pada jenazah anak tercintanya. Selain tanpa izin orang tua, hasil autopsi tidak diperlihatkan kepada keluarga.

Sanalui mengungkapkan, pihak keluarga bahkan dilarang melakukan ekshumasi mandiri pada jenazah anaknya.

Baca juga: Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa, Keluarga Datangi Komnas HAM dan Komnas Perempuan

"Saya sebagai orang tua bertanya, kapan sih anak saya diautopsi? Sementara kami tidak pernah diizinkan, tidak pernah dikasih izin atau ditanya untuk autopsi, mereka melakukan sendiri. Saya herannya, hasil autopsi itu sampai sekarang kami tidak pernah diperlihatkan," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, pasca mendapatkan kabar pada Senin, 3 Agustus 2026 dinihari bahwa anaknya meninggal, dia langsung menuju RS. Di situ dia diperbolehkan melihat jenazah anaknya dalam waktu beberapa menit saja dan tanpa boleh mengambil foto atau video. Dari kondisinya, dia melihat adanya lebam pada mata kanan dan kiri Winda.

"Saya lihat itu mayat ditarik dari rak pendingin, saya lihat dan saya pastikan itu betul anak saya namanya Winda Lorenza Gowasa. Di sana saya lihat matanya kiri kanan lebam, terus di sebelah kanan ini (pelipis) ada luka jahitan, cuma di sini (pelipis) tidak ada terbakar rambutnya, ini hanya jahitan saja," tuturnya.

Baca juga: Nama Winda Lorenza Pernah Masuk Daftar Saksi Kasus DJBC, KPK Masih Pastikan Identitasnya

"Terus di leher ini ada biru di sini, saya rasakan itu, diduga itu mungkin bekas cekikan dan tidak ada luka dan tidak ada jahitan. Karena saya diperlihatkan sampai di sini (bagian dada atas) dan di sini (bagian dada atas) juga enggak ada istilah namanya jahitan (bekas) autopsi," jelas Sanalui.

Dia mengungkap, saat pertama kali melihat jenazah anaknya, tidak ada bekas-bekas jahitan autopsi. Keluarga saat itu justru mempertanyakan kapan anaknya itu bakal diautopsi dan tidak ada kepastian soal autopsi itu. Namun, saat menerima jenazah anaknya sebelum dimakamkan, keluarga justru melihat adanya bekas-bekas autopsi pada tubuh anaknya.

Padahal, kata dia, sebelumnya tidak ada dari pihak kepolisian yang meminta izin agar anaknya itu diautopsi. Parahnya lagi, meski polisi melakukan autopsi tanpa izin orangtua, polisi juga tidak memperlihatkan hasil autopsi itu pada keluarga hingga kini.

"Menjawab yang disampaikan Kapolrestabes Medan dan dokter forensik yang membedah anak saya, yang melaksanakan autopsi, itu tidak pernah kami diberitahu apa hasil autopsinya. Padahal, mereka sudah menyatakan konferensi pers dan media massa," bebernya.

Maka itu, ungkapnya, dia meminta pada Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan atensinya pada kasus kematian Winda yang dianggap janggal itu.

Sebabnya, selain tidak diberikan hasil autopsi, keluarga juga dilarang untuk melakukan ekshumasi secara mandiri guna memastikan penyebab kematian anak tercintanya itu.

"Daya sebagai orang tua dan keluarga mengharap segera diadakan eksumasi atau otopsi ulang, sampai sekarang kami tidak mendapat izin itu. Tujuan saya untuk mengadakan eksumasi atau autopsi ulang biar terjawab ada perimbangan dan kami puas apapun hasilnya, kami ingin autopsi secara independen, transparan, dan secara ilmiah," ungkapnya.

"Sampai sekarang autopsi itu kami tidak peroleh, Bapak Presiden Pak Prabowo, Wakil Presiden Pak Gibran (Wapres Gibran Rakabuming Raka), Kapolri, Kapolda, dan Kapolrestabes, dan seluruh jajarannya, dengan tangan serendah-rendahnya kami meminta dan memohon untuk segeranya dilaksanakan autopsi (ulang)," pintanya.

Topik Menarik