Jokowi Pamer KTA PSI, Ini Analisis Ray Rangkuti

Jokowi Pamer KTA PSI, Ini Analisis Ray Rangkuti

Nasional | sindonews | Minggu, 27 September 2026 - 17:11
share

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya terang-terangan mengaku sudah memiliki Kartu Tanda Anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak setahun lalu. Pengamat politik Ray Rangkuti pun menyampaikan analisisnya terkait pengakuan Jokowi tersebut.

"Kalau urusan gelap-gelapan, saya kira Jokowi dan keluarga sudah kita lumayan kenal, ya. Ada urusan ijazah, ada urusan ijazah penyetaraan (SMA Gibran), dan terakhir ini kartu keanggotaan Pak Jokowi di PSI baru diungkap setahun setelah berlalu. Jadi urusan gelap-gelapan tidak terlalu mengejutkanlah ya," ujar Ray kepada SindoNews, Minggu (27/9/2026).

Ray kemudian menyebut ada lima penyebab akhirnya Jokowi terang-terangan mengaku sudah memegang KTA PSI. "Sebab pertama adalah mungkin komunikasi dengan partai-partai lain sudah relatif tertutup. Partai-partai lain mungkin sudah mulai pada titik mereka merasa bahwa cukuplah dengan Pak Jokowi, atau kalaupun Pak Jokowi memang berkenan terlibat dalam partai mereka ya harus masuk dalam proses yang sesuaai AD/ART," kata Ray.

Baca Juga: Jokowi Pamer Kartu Anggota PSI, Ternyata Sudah Bergabung Sejak Oktober 2025

Kedua, lanjut Ray, karena tidak adanya peluang di partai lain, maka dibutuhkan satu kejelasan supaya ada totalitas terkait keinginan menaikkan elektabilitas PSI. Ketiga, kini orang melihat bahwa Jokowi dan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep tidak lagi semata hubungan antara bapak dan anak. "Hubungan Pak Jokowi dengan Kaesang kini sudah struktural, jadi bukan lagi sekadar hubungan biologis," ujarnya.

Keempat, lanjut Ray, tantangan yang akan dihadapi PSI makin berat, apalagi terkait wacana ambang batas parlemen (parlimentary threshold) 5 persen. "Jadi kalau misalnya (PT) naik menjadi 5 persen, tentu harus ada upaya lebih kuat lagi untuk mengidentifikasi Pak Jokowi dengan PSI-nya," ujarnya.

Terakhir, Ray menilai satu-satunya sumber utama suara PSI datang dari Jokowi. "Karena itu, kalau Pak Jokowi diletakkan dari awal sebagai bagian dari PSI yang bersifat struktural, bukan lagi biologis, sudah hampir dipastikan bahwa Pak Jokowi akan tidak ke mana-mana kecuali ke PSI, maka dengan sendirinya keraguan orang untuk katakanlah memilih PSI sedikit lebih mengendur," pungkas Ray.

Baca Juga: Guntur Romli Sindir Jokowi: Diminta Tunjukkan Ijazah, Kok Malah Pamer Kartu Anggota PSI

Diberitakan sebelumnya, Jokowi akhirnya membuka secara langsung status keanggotaan di Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Presiden ke-7 Republik Indonesia itu menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026).Jokowi menyebut dia telah resmi menjadi bagian dari PSI sejak 14 Oktober 2025. KTA tersebut ditunjukkan di hadapan para kader yang menghadiri agenda konsolidasi partai di Kota Bandung.

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan Jokowi setelah status keanggotaannya di PSI selama ini menjadi perhatian publik. Dia bahkan membacakan nomor keanggotaan yang tertera pada kartu tersebut di hadapan peserta Rakorda PSI Kota Bandung.

"Saya sudah masuk menjadi keluarga besar PSI itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun lalu. Banyak yang enggak percaya. Saya kasih kartu anggota saya," kata Jokowi, Sabtu (26/9/2026).

Topik Menarik