Komunikasi Pimpinan Parpol Bahas RUU Pemilu, Demokrat Ungkap Usulan Ambang Batas 4-5
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Dede Yusuf mengakui sudah ada komunikasi antara pimpinan partai politik (parpol) untuk membahas RUU Pemilu. Bahkan, dia mengungkap ada usulan ambang batas parlemen menjadi 4-5.
Hal itu diungkapkan Dede sekaligus merespons pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar dengan Ketua Umum PKS Al Muzzammil Yusuf beberapa waktu lalu.
Baca juga: Akademisi Anggap Ambang Batas Parlemen 2,5 Cukup Moderat
"Setahu saya, memang komunikasi antara ketua-ketua partai sudah terjadi. Pertemuan-pertemuan di luar itu saya nggak tahu, tetapi pada dasarnya memang ada beberapa opsi," ujar Dede di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).
Para pimpinan parpol ini membuat opsi-opsi dalam menyusun RUU Pemilu baik versi putusan MK, masukan masyarakat sipil-akademisi hingga versi draft lama. Hasilnya, ada usulan dari sejumlah elite parpol mengenai besaran ambang batas parlemen sekitar 4-5."Ini kita blend in, kemudian itulah yang disampaikan kepada para ketua umum partai. Nah, memang angka 4 atau 5 ini yang paling kuat. Namun, saya belum tahu kalau sudah diputuskan atau belum. Kalau 7 mungkin terlalu tinggi. 4 atau 5," kata Dede.
"Saya pikir ini sesuatu yang masih sangat masuk dalam rasio kita. Karena di beberapa negara pun juga menggunakan angka sama," tambahnya.
Menurut dia, belum ada keputusan bulat soal besaran ambang batas parlemen. Harus ada pertemuan kembali di antara pimpinan parpol untuk mencari titik tengah.
"Kita tunggu saja nanti hasilnya. Kami Komisi II sebenarnya sudah tahu kisi-kisinya. Tapi kan apabila semuanya sudah ketemu kayak Golkar dan PKS nanti masuknya ke Komisi II," ujarnya.
Sebelumnya, DPP Partai Golkar menerima kunjungan jajaran pengurus DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Senin (14/9/2026). Dalam pertemuan itu, kedua partai parlemen ini turut membahas substansi krusial Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilihan Umum (Pemilu).






