6 Kemarahan Bisa Dikapitalisasi Pihak Ingin Rebut Kekuasaan, Said Didu Minta Prabowo Tiru Putin

6 Kemarahan Bisa Dikapitalisasi Pihak Ingin Rebut Kekuasaan, Said Didu Minta Prabowo Tiru Putin

Nasional | sindonews | Selasa, 15 September 2026 - 22:31
share

Analis kebijakan publik Said Didu mewanti-wanti Presiden Prabowo Subianto ihwal adanya enam kemarahan yang berpotensi dikapitalisasi oleh pihak yang ingin merebut kekuasaan. Untuk mencegah itu, ia meminta Prabowo mencontoh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Hal itu diungkapkan Said dalam forum Rakyat Bersuara bertajuk "Bisik-Bisik Percepatan Pemilu, Siapa Mengusik?" yang disiarkan iNews, Selasa (15/9/2026) malam.

"Saya tetap terus waspada. Karena ada enam kemarahan di rakyat yang terjadi yang sangat mungkin dikapitalisasi oleh orang atau pihak yang ingin merebut kekuasaan," ujar Said.

Pertama, kata dia, kemarahan rakyat miskin yang belum punya harapan dari pemerintahan Prabowo. Kedua, kemarahan rakyat akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca Juga: Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah LewatKetiga, kemarahan oligarki terhadap Prabowo. Menurutnya, kemarahan oligarki bisa menggerakkan semua instrumen. Keempat kemarahan aktivis pendukung Prabowo. "Aktivis yang sebenarnya mendukung Prabowo, tapi kok kelihatan tidak maju-maju. Nah itu marah juga, mulai. Ya, mulai marah juga. Ini sampai kapan kami menunggu perbaikan ini? Gitu kan," katanya.

Kelima, kata dia, kemarahan pemimpin daerah dari pengurangan fiskal. Keenam, kemarahan terhadap amburadulnya pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Nah, ini kemarahan ini bisa dikapitalisasi oleh pihak-pihak yang memang ingin merebut kekuasaan. Dan saya pikir oligarki sangat ingin ada boneka lagi yang bisa dikendalikan oleh dia," ucapnya.

Said berharap Prabowo bisa meniru sikap Putin. Ia berkata, Putin langsung bersikap tegas kepada oligarki ketika terpilih menjadi Presiden Rusia.

"Putin itu pada saat tahun 2000, dia tuh yang mendukung dia pada saat Uni Soviet bubar, semua oligarki mendukung dia. Setelah dia terpilih, dia panggil oligarki, 'Kalau kau tidak mau tunduk pada saya, maka kita berhadapan'. Apa yang terjadi? Kalau enggak salah, itu ketua tim suksesnya, oligarki terkaya di Rusia, dia melarikan diri pakai pesawat pribadi dikejar oleh Putin pakai pesawat tempur. Nah, itu memang tidak ada, jangan main setengah-setengah! Nah, bayangkan Putin sekarang, negerinya maju," pungkasnya.

Topik Menarik