Polisi Pastikan Temuan Benda dan Jenazah Tak terkait 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
PANDEGLANG, iNews.id - Polisi memastikan sejumlah benda yang ditemukan dalam operasi pencarian speedboat Arupadatu tidak berkaitan dengan lima jurnalis hilang kontak bersama tiga awak kapal di perairan Selat Sunda.
Selain itu, Polda Banten juga memastikan jenazah yang ditemukan di Kramatwatu bukan bagian dari rombongan tersebut.
Memasuki hari keenam pencarian, tim gabungan menemukan sejumlah benda di perairan yang sempat diduga berkaitan dengan speedboat Arupadatu. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan pencocokan dengan pemilik kapal, benda-benda tersebut dinyatakan tidak memiliki hubungan dengan korban.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, benda yang ditemukan berupa tiga life jacket, dua terpal, dan satu galon air mineral.
“Pada hari keenam pencarian, ditemukan tiga life jacket, dua buah terpal dan satu galon air mineral. Setelah kami lakukan pendalaman, termasuk mengonfrontir dan mencocokkan dengan pemilik kapal, dipastikan benda-benda tersebut tidak berkaitan dengan teman-teman yang berada di kapal speedboat Arupadatu,” ujar Kombes Maruli dikutip Selasa (15/9/2026).
Selain temuan benda, polisi juga memastikan jenazah yang ditemukan sekitar 2 hari sebelumnya di kawasan Muara Sungai Kali Teratai, Kramatwatu, tidak berkaitan dengan penumpang speedboat Arupadatu.
Sementara itu, terkait penemuan jasad laki-laki di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, Polda Banten masih menunggu hasil pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas korban.
Kombes Maruli mengatakan jenazah tersebut telah dievakuasi menuju Polda Bengkulu untuk menjalani proses autopsi. Sampel DNA kemudian akan dicocokkan dengan sampel keluarga para korban yang masih hilang kontak.
“Untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, sudah dievakuasi ke Polda Bengkulu dan hari ini telah dilakukan autopsi. Kami masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel keluarga dari teman-teman yang hilang kontak,” katanya.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda Bengkulu, jenazah tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter dan diperkirakan berusia di atas 50 tahun.
Kondisi wajah jenazah mengalami kerusakan sehingga petugas membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan identitasnya.
“Jenis kelamin jenazah tersebut laki-laki, tinggi kurang lebih 165 sentimeter dan diperkirakan berusia di atas 50 tahun. Kondisi wajah mengalami kerusakan. Untuk memastikan identitasnya, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA,” ucapnya.
Polda Banten meminta masyarakat dan rekan media menunggu hasil pemeriksaan resmi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.
“Kami mohon waktu untuk menunggu hasil pemeriksaan dan pencocokan DNA dari Polda Bengkulu. Setelah hasilnya keluar, tentunya akan kami sampaikan secara resmi kepada masyarakat dan rekan-rekan media,” ujarnya.
Hingga kini, operasi pencarian speedboat Arupadatu yang membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal masih terus dilakukan. Tim gabungan terus menyisir sejumlah wilayah perairan untuk menemukan keberadaan para korban.









