Seru! Pesta Panen Kading Cap Race 2026, Puluhan Joki Taksi Gabah Adu Cepat di Barru
BARRU, iNews.id - Pesta Panen Kading Cap Race 2026 di Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, berlangsung meriah. Ajang tersebut menjadi hiburan bagi warga sekaligus mempertemukan pembalap lokal dan sejumlah peserta dari luar daerah.
Salah satu yang menarik perhatian warga, yakni balap taksi gabah. Kendaraan yang biasa digunakan untuk mengangkut hasil panen itu dimodifikasi dan dipacu di lintasan untuk menguji kecepatan serta keterampilan para pembalap.
Persiapan kegiatan telah dilakukan panitia selama lebih dari dua bulan. Konsep perlombaan disusun dengan mengacu pada berbagai gelaran serupa yang sebelumnya digelar di daerah lain.
Ketua Panitia Kading Cap Race 2026, Supriadi mengatakan, kegiatan tersebut berawal dari kegemaran sejumlah panitia terhadap balap taksi gabah. Mereka kemudian berinisiatif menggelar perlombaan serupa di Desa Kading.
"Kalau persiapan kegiatan ini sebenarnya sudah dua bulan lebih ya, sebelum pagelaran ini dilaksanakan. Beberapa teman-teman panitia memang hobi balap taxi gabah ini dan mereka sering pergi menonton ke daerah-daerah lain. Akhirnya, kita berinisiatif untuk membuat juga event atau pagelaran seperti ini di Desa Kading," ujar Supriadi.
Tahun ini, sekitar 23 pembalap lokal ambil bagian. Selain itu, terdapat 12 pembalap dari luar daerah yang bergabung dengan tim-tim lokal.
Peserta dari luar tersebut berasal dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, di antaranya Soppeng, Pinrang, Sidrap, Bone, dan Bulukumba.
"Peserta, jumlah pembalap itu kurang lebih 23 orang yang lokal. Kemudian ada 12 yang dari luar, tetapi menggunakan tim-tim lokal juga. Banyak lokal sebenarnya kalau timnya, cuma jokinya ada yang dari luar," katanya.
Perlombaan dibagi dalam beberapa kelas, yakni karburator standar muatan, karburator bebas muatan, serta kelas super racing yang menggunakan motor seperti CRF dan KLX.
Selain balap taksi gabah, panitia juga memberikan ruang bagi pembalap muda melalui kelas mini trail. Sekitar 20 peserta mengikuti kelas tersebut, termasuk pembalap muda dari Pinrang dan Sidrap.
Kelas mini trail digelar sebagai bagian dari pembinaan untuk mencari bibit pembalap muda. Panitia berharap ajang tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan di dunia balap.
"Untuk ini ada sedikit penekanan dari Ketua IMI untuk pembinaan mini trail dari IMI, untuk membentuk karakter-karakter atau pembalap-pembalap masa depan. Ada pembalap kecil yang juga dari luar, dari Pinrang, ada dari Sidrap juga," kata Supriadi.
Antusiasme warga juga terlihat dari banyaknya penonton yang datang menyaksikan perlombaan. Salah seorang penonton, Mida, mengaku sengaja datang sejak siang untuk melihat pembalap yang menjadi idolanya.
"Kita punya idola, karena satu kampung kita ada sang juara. Siapa idolanya? Sambolo, Ferdi Sambo, Angga Sapurede, banyak. Dari jam berapa tadi ke sini? Dari jam satu sampai jam setengah lima," ujar Mida.
Panitia berharap Pesta Panen Kading Cap Race dapat kembali digelar tahun depan dengan peserta yang lebih banyak dan penyelenggaraan yang semakin baik.
"Harapan ke depannya, mudah-mudahan pagelaran ini bisa kita laksanakan tahun depan lagi dan lebih baik dari sekarang, dari tahun ini. Harapannya, mudah-mudahan peminatnya lebih banyak lagi dari tahun ini," ujarnya.









