Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Terekam 32 Letusan dalam Sehari
LUMAJANG, iNews.id - Aktivitas Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meningkat. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami 32 kali letusan dalam periode pengamatan Jumat (11/9/2026) pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunungapi Magma-Var dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, kondisi gunung tertutup kabut dengan cuaca berawan hingga mendung selama periode pengamatan. Angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut dengan suhu udara berkisar 19 hingga 24 derajat Celsius.
Dalam kurun waktu enam jam tersebut, tercatat sebanyak 32 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-24 milimeter dan durasi 78-201 detik.
"Beberapa letusan disertai suara gemuruh atau dentuman dengan intensitas lemah hingga sedang," tulis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam laporan aktivitas Gunung Semeru, Jumat (11/9/2026).
Selain gempa letusan, PVMBG juga mencatat aktivitas kegempaan lainnya. Yakni dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2-3 milimeter dan durasi 35-54 detik. Kemudian, tercatat dua kali gempa embusan dengan amplitudo 3-8 milimeter dan durasi 51-82 detik.
Sementara itu, satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 6 milimeter dan satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 20 milimeter turut tercatat dalam periode pengamatan.
Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status Level III Siaga. PVMBG meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik.
PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi Gunung Semeru.
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," tulis PVMBG.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
"Selain itu, potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," tulis PVMBG.









