Ade Darmawan: Penelitian Roy Suryo Tak Bisa Jadi Acuan Ijazah Jokowi Diduga Palsu
Sekjen Peradi Bersatu Ade Darmawan menyatakan penelitian yang dilakukan Pakar Telematika Roy Suryo atas ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa dijadikan dasar atau acuan untuk menetapkan ijazah Jokowi diduga palsu.
"Yang pertama adalah Mas Roy tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan itu karena bukan dari UGM. Jadi jangan juga ini dijadikan alat seolah-olah kita meyakinkan publik ini palsu," ujarnya dalam program Rakyat Bersuara iNews, Selasa (8/9/2026).
Baca juga: Praperadilan Jilid V Roy Suryo Jadi yang Terakhir, Siap Hadapi Sidang Pokok Perkara
Menurut dia, penelitian yang dilakukan Roy Suryo terhadap ijazah Jokowi, khususnya soal skripsi Jokowi yang diterimanya dari UGM tidak bisa dijadikan dasar atau acuan untuk menyatakan ijazah Jokowi, termasuk skripsi Jokowi diduga palsu. Pasalnya, Roy Suryo tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan ijazah atau skripsi yang dikeluarkan UGM.
"Jadi yang pertama, Mas Roy tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan, dia bukan orang perpustakaan. Yang mengetahui data secara spesifik adalah UGM dan itu bagian perpustakaan. Nanti UGM akan bersaksi, itu jelas, kapan diupload, ya kan? Kapan diterima?" tuturnya.Menurut Ade, kaitannya keterangan ataupun tulisan yang ada pada sampul skripsi Jokowi itu harus dijelaskan oleh pihak UGM di bagian perpustakaan. Semua itu juga bakal disampaikan UGM pada sidang pokok perkara.
"Uni tulisan artinya apa? Pada saat apa? Momennya apa? Ditandai seperti itu. Gitu loh. Jadi jangan juga ini dijadikan alat seolah-olah kita meyakinkan publik ini palsu," katanya.
Dia meminta publik tidak begitu saja menarik kesimpulan ijazah Jokowi diduga palsu hanya berdasarkan pernyataan-pernyataan atau klaim penelitian Roy Suryo belaka.
"Ini yang saya tadi protes. Tidak boleh, adik-adik mahasiswa ya tidak boleh seolah-olah skripsi Pak Jokowi dinyatakan palsu. Jangan Anda berkesimpulan di situ adik-adik mahasiswa. Jangan dengerin Mas Roy. Mas Roy ini tidak bisa dijadikan acuan," ujar Ade.










