BNPB: 72.008 Hektare Lahan Gambut Terbakar, 734 Masih Dalam Pemadaman
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menghanguskan 72.008 hektare. Jumlah tersebut merupakan lahan gambut yang berada di enam provinsi.
"Per hari ini untuk provinsi yang lahan gambut yakni Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, jumlah yang terbakar 72.008 hektare," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto usai rapat bersama di Graha Marinir Panti Perwira, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).
Baca juga: Pengendalian Kebakaran Gambut, Wamenhut Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi ASEAN
Dari total keseluruhan lahan yang terbakar, sebanyak 98 persen telah berhasil dipadamkan. Sementara itu, masih terdapat 734,81 hektare lahan yang dalam tahap pemadaman.
"Kemudian, yang berhasil dipadamkan 71.274,29 hektare, yang masih terbakar per kemarin 734,81 hektare. Nah, sekarang sedang dipadamkan ini yang 734,81 hektare," ucapnya.Meski terus dilakukan pemadaman, hal tersebut bukan berarti mempersempit lahan yang terbakar. Karakteristik lahan gambut dapat menimbulkan potensi api kembali meski telah dilakukan penyemprotan air.
"Apakah nanti jadi berkurang? Belum tentu. Kenapa? Karena sifatnya lahan gambut nanti ketahuannya setelah sebagian dipadamkan, dilakukan lagi patroli dari hasil satelit Kementerian Kehutanan dan BMKG, hotspot, itu kita patroli baik lewat udara maupun darat, ketahuan titik kebakaran, fire spot," ungkapnya.
"Dari fire spot itu mudah-mudahan turun, tapi kadang-kadang juga bisa naik. Kenapa? Karena ada titik api yang baru atau yang kebakaran kemarin yang sudah padam itu membara lagi," sambungnya.
Meski berpotensi kembali menimbulkan titik api, BNPB tetap melakukan pemantauan secara berkala. Hal tersebut untuk memastikan tidak ada api baru yang kembali muncul.









