Tinjau Korban Gempa NTT, Mendagri: Pemerintah Siapkan Bantuan untuk Rumah Rusak
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT pada Senin, 17 Agustus 2026. Kunjungan yang dilakukan bersama Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kemendagri Safrizal ZA ini untuk melihat dampak kerusakan akibat gempa magnitude 7,7.
Dalam kunjungannya, Tito berdialog dengan warga dan memastikan pemerintah menyiapkan bantuan atas kerusakan rumah warga. Syaratnya, pendataan dilakukan oleh Pemda dan ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) serta Kapolres setempat.
"Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari," ujar Tito, Selasa (18/8/2026).
Baca juga: 2.119 Gempa Susulan Guncang Flores NTT, BMKG Imbau Masyarakat Hindari Bangunan Rusak
Tito mengimbau agar Pemda mengerahkan kepala desa hingga perangkat kecamatan agar pendataan bisa dipercepat. Adapun bantuan pemerintah meliputi Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp70 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat."Nanti yang mendatanya dari desa. Nanti desa menyampaikan kepada Pak Bupati. Bupati nanti akan merekap rumah siapa rumahnya rusak ringan, sedang, atau berat," katanya.
Dalam kesempatan itu, Tito langsung menyerahkan 2 genset dan 10 velbed ke Posko Relawan Bencana Ronting di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT serta 3 genset dan 15 velbed ke Posko Damer untuk mendukung pelayanan kesehatan. Tidak hanya itu, Tito memberikan tali asih Rp15 juta per jiwa yang wafat kepada perwakilan keluarganya serta Rp200 juta kepada dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.
Lihat video: UPDATE GEMPA NTT! Ribuan Rumah Warga Hancur Diguncang Gempa Tepat di Hari Kemerdekaan
Sementara itu, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk hadirnya negara dalam setiap kejadian bencana. "Percayalah, negara hadir," tegas Safrizal.
Menurut Safrizal, pemerintah tidak hanya hadir dalam proses penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan koordinasi penanganan bencana hingga tahap pemulihan dapat berjalan efektif di tingkat daerah.Safrizal menambahkan, koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mempercepat respons terhadap kondisi masyarakat terdampak. Dengan sinergi tersebut, kebutuhan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan disesuaikan dengan langkah penanganan yang diperlukan.
"Pemerintah senantiasa berada di tengah masyarakat untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan kehidupan warga kembali pulih," ungkapnya.
Sebelum peninjauan lapangan, Mendagri memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur.
Mendagri menegaskan, hasil peninjauan lapangan akan dibahas langsung dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, dan BUMN.
"Presiden sudah memerintahkan jajaran kabinet merah putih untuk turun langsung ke lapangan, informasi yang kita dapatkan di lapangan akan langsung jadi bahan masukan untuk segera ditindaklanjuti," ungkapnya









