Bikin Haru! Ibu Meninggal Dunia, Siswa SMP di Baubau Tetap Ikut Lomba Gerak Jalan HUT RI
BAUBAU, iNews.id – Video memperlihatkan keteguhan hati seorang pelajar SMP Negeri 13 Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), bernama Muhamad Alif Syahputra (13), viral di media sosial. Alif memilih tetap menyelesaikan Lomba Gerak Jalan Indah rangkaian HUT Ke-81 RI di Kota Baubau, meski sang ibu tercinta meninggal dunia hanya beberapa jam sebelum perlombaan dimulai.
Aksi tangguh remaja tersebut menuai beragam simpati dan rasa haru dari netizen yang kagum akan komitmen serta ketegarannya bersama rekan-rekan se-regunya.
Kabar duka menyelimuti Alif pada Minggu (16/8/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WITA. Meski hatinya hancur, Alif yang berusia 13 tahun ini tetap memaksakan diri berangkat ke lokasi lomba. Saat itu, ia membayangkan masih bisa berbaris sebentar lalu segera pulang untuk menemui jasad sang ibu.
Namun, dalam perjalanan menuju lokasi acara menggunakan mobil Dalmas Satpol PP bersama rombongan sekolah, Alif mengalami momen pilu yang tak pernah ia bayangkan. Tepat di tikungan jalan depan Kompi Raja Wakaaka, Kaisabu, mobil rombongan berpapasan langsung dengan sebuah mobil ambulans.
Alif seketika mengenali ambulans tersebut lantaran melihat sosok sang kakak berada di dalam kabin. Mobil ambulans itu rupanya tengah mengangkut jenazah ibunya. Tangis Alif pun pecah di atas mobil petugas. Rekan-rekan satu regunya langsung mendekap, memeluk, dan berusaha menenangkan Alif hingga tiba di area garis start.
"Ibu meninggal pagi harinya. Pas jalan menuju lokasi lomba, kami berpapasan dengan ambulans yang bawa ibu. Di situ saya tidak bisa tahan air mata, tapi teman-teman terus peluk dan kasih semangat," tutur Alif dengan suara bergetar, Minggu (16/8/2026).
Usai menguatkan mentalnya, Alif memantapkan langkah kembali ke dalam barisan. Ia menyerap setiap instruksi dan aba-aba komandan peleton, lalu menyelaraskan derap langkah kaki bersama teman-temannya hingga garis finish.
Bagi Alif, almarhumah ibunya merupakan sosok pahlawan yang tak kenal lelah berjuang demi kebutuhan keluarga. Salah satu pesan mendalam yang selalu diingat Alif adalah keinginan sang ibu agar kelak dirinya bisa menjadi seorang prajurit TNI.
Meski menyimpan duka dan penyesalan mendalam karena merasa belum maksimal membahagiakan ibunya, Alif bertekad menyelesaikan lomba ini sebagai bentuk penghormatan terakhir serta rasa tanggung jawab menjaga kekompakan almamater sekolahnya.









