Massa Penambang Bakar Kantor PT Timah di Belitung Timur, Protes Harga Murah

Massa Penambang Bakar Kantor PT Timah di Belitung Timur, Protes Harga Murah

Nasional | inews | Jum'at, 7 Agustus 2026 - 19:53
share

BELITUNG TIMUR, iNews.id – Aksi unjuk rasa ribuan penambang di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berakhir ricuh, Jumat (7/8/2026). Massa yang emosi nekat membakar Kantor Unit Produksi serta gudang milik PT Timah Tbk di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung.

Aksi itu dipicu rasa kecewa penambang terkait ketidakjelasan harga beli timah rakyat yang dinilai sangat tidak layak, serta sulitnya menjual hasil tambang mereka.

Kemarahan massa berawal saat upaya mereka untuk menemui pimpinan perusahaan PT Timah tidak membuahkan hasil. Lantaran merasa diabaikan, emosi pengunjuk rasa pun tersulut hingga terjadi aksi anarkistis.

Selain membakar bangunan Kantor Unit Produksi PT Timah, massa menyasar kompleks gudang perusahaan. Di lokasi tersebut, pengunjuk rasa membakar pos penjagaan, membakar ban bekas, serta melempar kaca gudang menggunakan batu.

Perwakilan penambang mengungkapkan, pada Senin lalu sebenarnya telah ada kesepakatan antara pihak perusahaan dan penambang bahwa hasil tambang rakyat akan dibeli seharga Rp170.000 per kilogram. Namun dalam praktiknya, PT Timah tidak menyerap seluruh timah milik penambang dengan alasan keterbatasan anggaran.

Pasca-insiden pembakaran, Kepala Unit Wilayah Produksi Belitung PT Timah, Feryandi, akhirnya keluar menemui massa yang memadati lokasi.

Dalam dialog terbuka tersebut, masyarakat penambang melayangkan tuntutan agar seluruh titik pos pembelian timah dibuka secara normal seperti biasa, serta meminta perusahaan membeli timah rakyat pada tingkat harga Rp200.000 per kilogram. 

"Kami minta semua tempat pembelian dibuka normal dan timah kami dibeli dengan harga yang layak!" kata Tatap, seorang penambang di lokasi kejadian.

Guna meredam amuk massa, kesepakatan akhirnya dicapai melalui penandatanganan surat perjanjian tertulis di atas materai antara perwakilan penambang dan pihak PT Timah, dengan disaksikan oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Belitung Timur.

Setelah penandatanganan kesepakatan tersebut, situasi di sekitar lokasi kejadian yang sempat mencekam berangsur-angsur kondusif dan massa mulai membubarkan diri secara tertib.

Topik Menarik