Warga Pasuruan Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi, 2 Anggota Polsek Beji Diperiksa Propam

Warga Pasuruan Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi, 2 Anggota Polsek Beji Diperiksa Propam

Nasional | inews | Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:16
share

PASURUAN, iNews.id - Seorang warga tewas diduga dianiaya oknum polisi saat diamankan terkait laporan aktivitas judi online di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Terkait kejadian ini, dua anggota Polsek Beji yang berada di lokasi kejadian kini diperiksa Propam Polres Pasuruan.

Korban bernama Widi Nurcahyono, warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dia meninggal dunia setelah diamankan petugas pada Senin (3/8/2026) sore.

Keluarga menduga Widi mengalami kekerasan ketika petugas menindaklanjuti informasi mengenai dugaan aktivitas judi online di tempatnya bekerja. Sejumlah luka terlihat pada tubuh korban, tetapi penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan.

Polres Pasuruan telah membentuk tim khusus untuk mengusut rangkaian kejadian tersebut. Pemeriksaan dilakukan terhadap saksi, barang bukti, serta tindakan dua anggota Polsek Beji saat mengamankan korban.

Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno mengatakan, Kapolres Pasuruan telah menyampaikan belasungkawa dan permintaan maaf kepada keluarga korban serta masyarakat.

“Dari Pak Kapolres mengucapkan belasungkawa dan meminta maaf kepada pihak korban dan masyarakat. Yang jelas dari Polres membentuk tim khusus untuk memeriksa saksi, apabila dari rekan-rekan anggota melakukan kesalahan saat penyelidikan akan ditindak tegas,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Dua anggota Polsek Beji yang diduga terlibat dalam penanganan terhadap Widi diperiksa Propam. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur maupun etik.

Tim khusus juga mendalami kemungkinan unsur pidana dalam kematian korban. Hingga kini, kepolisian belum mengumumkan adanya penetapan tersangka.

Hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara akan menjadi salah satu dasar untuk memastikan penyebab kematian Widi. Polisi menyatakan proses pemeriksaan masih berlangsung.

Diketahui, sebelum kejadian Widi sedang bekerja di gerai jasa pembayaran listrik dan PDAM yang berada tidak jauh dari rumahnya. Dia sedang menunggu pelanggan di depan komputer ketika didatangi petugas setelah menerima informasi yang menduga Widi sedang bermain judol.

Menurut keluarga, Widi sempat membantah tuduhan tersebut. Tak lama berselang korban dibawa ke puskesmas, tetapi dinyatakan meninggal dunia ketika tiba di fasilitas kesehatan.

Keluarga berharap penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional. Mereka meminta anggota yang terbukti melakukan kekerasan atau melanggar prosedur dijatuhi sanksi pidana maupun etik sesuai aturan.

Topik Menarik